Google+ Followers

Kamis, 19 Desember 2013

10 Tokoh Politik Terpopuler Di Indonesia Tahun 2013

Geliat tahun Pemilihan Umum sudah terasa jauh-jauh hari sebelum 2014 dimulai. Sejumlah tokoh, dengan berbagai latar belakang, kerap menjadi bahan berita berbagai media, membuat mereka populer. Di Yahoo, popularitas mereka tercermin dari jumlah klik berita hingga indeks pencarian informasi terkait tokoh-tokoh tersebut di Yahoo Search.

Dari setumpuk nama-nama yang kerap dicari, tim kami memilah sejumlah nama berdasar tingkat popularitasnya. Dari sejumlah nama itu, kami pilihkan lagi mereka yang kerap disebut, atau sudah menyatakan dirinya berminat, sebagai calon kompetitor di Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014. Di artikel ini, nama-nama mereka kami urut dari 10 hingga ke yang terpopuler di nomor 1.

10. Ani Yudhoyono, Ibu Negara RI
http://www.antarasumbar.com/id/foto/berita/021213082610_ani_yudhoyono2.jpg
Istri Presiden Yudhoyono ini bernama asli Kristiani Herawati, lahir di Yogyakarta 6 Juli 1952. Beberapa tahun setia mendampingi suaminya, belakangan ia terlihat lebih aktif dengan kamera canggih di tangan. Di berbagai acara kenegaraan maupun keluarga, Ani kerap menjadi fotografer. Tentu sudut pandang dari kamera Ibu Negara bisa punya cerita beda dibanding fotografer lainnya.

Foto-foto itu kerap diunggah ke akun Instagram miliknya. Tak hanya mengirim foto, Ibu Ani juga sering menjawab berbagai komentar, termasuk komentar-komentar olok-olok yang kerap hinggap. Responsnya atas komentator yang menanggapi foto cucunya hingga foto putranya, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang sering memakai lengan panjang, lumayan jadi sorotan. Soalnya, komentar Ibu Negara lumayan pedas.

Ia juga sempat ramai dibincangkan ketika sejumlah tokoh Partai Demokrat mulai menyebut namanya layak untuk maju ke kursi 2014. Mungkin hanya upaya "testing the water", yang jelas Ani kemudian tak masuk ke konvensi Partai Demokrat. Yang menarik, dari segi indeks pencarian di Yahoo, popularitas Ani masih kalah jauh dibanding Annisa Pohan, bahkan oleh Edhie Baskoro Yudhoyono (yang dikenal tak banyak bicara). Dua nama itu tak masuk di daftar ini karena, tentu saja, belum pernah disebut sebagai kandidat menuju 2014.

9. Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan

http://www.pedomannews.com/pilkada-dki-2012/images/photos/Gita_Wirjawan.jpg
Pria bernama lengkap Gita Irawan Wirjawan ini adalah Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lahir di Jakarta 21 September 1965, ia merambah dunia politik dengan mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.

Dalam dunia perdagangan, namanya sempat terseret dalam kasus kartel Bawang Putih September silam. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menduga Gita terlibat dalam kartel yang dilakukan 19 importir, sehingga melanggar ketentuan Pasal 24 UU Nomor 5 Tahun 1999 terkait larangan praktik monopoli.

Putra pasangan Wirjawan Djojosoegito (almarhum) dan Paula Warokka Wirjawan mulai berbisnis sejak 2008 dengan mendirikan perusahaan investasi bernama Ancora Capital. Sebelumnya dia berkarir di JP Morgan, perusahaan pengelola dana investasi asal Amerika Serikat.

Kini, hartanya sekitar Rp500 miliar. Perusahaannya, Ancora, juga terus berkembang semakin besar, dengan membeli banyak perusahaan. Namun, suami Yasmin Stamboel ini lebih tertarik dengan dunia politik. Sambil mengikuti konvensi di Partai Demokrat, ia giat membangun citra di berbagai media. Indikatornya: iklan politiknya bertebaran.

8. Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem

http://wartakota.tribunnews.com/upload/photo/2010/12/12/95aca379d8c10ca0448c66324868db2f.jpg
Surya Dharma Paloh atau yang dikenal sebagai Surya Paloh adalah salah satu politisi sekaligus pebisnis media di Indonesia. Pria kelahiran Kutaraja, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, 16 Juli 1951 (umur 62 tahun) ini adalah pemilik harian Media Indonesia, Lampung Post, dan stasiun televisi berita Metro TV. Saat ini, menjadi Ketua Umum Partai Nasional Demokrat.

Surya Paloh telah dikenal di dunia politik dan sempat mengikuti konvensi calon presiden Partai Golkar pada 2004. Setelah mengundurkan diri dari Partai Golkar pada 2009, ia lalu mendirikan ormas Nasional Demokrat bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang akhirnya pada 2011, berubah menjadi partai politik dan menjadi peserta Pemilu 2014.

Di dunia politik, salah satu pendiri Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) ini bertikai dengan Harry Tanoesoedibjo, ketika sama-sama di Nasdem. Harry Tanoe kemudian hengkang ke Partai Hanura untuk berkongsi dengan bekas tokoh militer Wiranto.

Di dunia bisnis, Surya mengawalinya sebagai pemasok sembilan kebutuhan pokok di daerah Dolok Merangir, Sumatera Utara. Karir bisnisnya semakin menanjak menjadi agen penjualan mobil Volkswagen dan Ford untuk Sumatra Utara dan Aceh. Di Jakarta, dia memulainya dengan bisnis katering, dan selanjutnya media. Kini, bisnis minyak dan gas serta perkebunan digeluti melalui bendera PT Surya Energi Raya dan PT Sawit Sumbermas Sarana.

7. Hatta Rajasa, Menko Perekonomian

http://www.bali-bisnis.com/wp-content/uploads/2013/03/Hatta-Rajasa-13.jpg
Salah satu kebijakan pria kelahiran Palembang, 18 Desember 1953 (59 tahun) yang menjadi sorot publik adalah kebijakan mobil murah alias low cost green car (LCGC). Keberadaan mobil murah dinilai memberikan efek buntung bagi Indonesia karena hanya menuai kemacetan. Akan tetapi, Ketua Umum PAN ini jalan terus.

Di luar sebagai menteri, kegiatan hidupnya pun sempat menjadi buah bibir masyarakat di tahun 2013. Salah satunya adalah pernikahan anaknya, Siti Noor Azima Rajasa, dengan Audy Satria Wardhana pada Oktober 2013. Kala itu, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI, Boediono pun hadir sebagai saksi pernikahan Azima.

Hatta yang sejak 2001- era Presiden Megawati Soekarnoputri hingga saat ini - sudah menjadi menteri ini adalah besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, akibat pernikahan putrinya: Siti Ruby Aliya Rajasa dengan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Nama ayah empat anak ini juga mencuat ketika putranya, Muhammad Rasyid Amrullah, mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi pada awal tahun. Dalam kasus yang menewaskan dua orang itu, putra Hatta itu divonis hukuman percobaan 6 bulan, sehingga ia tak perlu mendekam di balik jeruji besi.

6. Mahfud MD, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi

http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/09/1378051360777833939.jpg
Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U. atau yang dikenal sebagai Mahfud MD sempat menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi  (2008-2011). Pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957 (umur 56 tahun) ini juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Persatuan Nasional (2000-2001), serta Menteri Hukum dan HAM (2001-2001).

Kisah Mahfud di tahun 2013 bermula dari isu pencapresan dirinya di awal tahun, berkat kiprahnya sebagai Ketua MK yang lumayan menerbitkan harapan masyarakat. Suami Zaizatun Nihayati ini sempat dilamar Partai Demokrat untuk ikut Konvensi Calon Presiden. Namun dia menolak, dengan alasan setelah mendengar saran para kyai. Kini, dia dicalonkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa.

5. Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/jusuf-kalla-_130118134201-575.jpg
Muhammad Jusuf Kalla lahir di Watampone, Bone, Sulsel 15 Mei 1942 (umur 71 tahun). Wakil Presiden RI 2004-2009 ini gagal bertarung dengan mantan duetnya di Pemilu 2009. Ia lalu aktif di kegiatan sosial, antara lain sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia dan Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia.

Terlepas dari isu politik, ayah lima anak ini sempat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna dimintai keterangan terkait dengan penyelidikan kasus pengambilalihan Bank Century. Kasus pengucuran dana Rp6,7 triliun yang melibatkan Wakil Presiden Boediono yang ketika itu menjabat Gubernur Bank Indonesia, ini diduga ada korupsi. JK membuat pernyataan mengejutkan: dia merasa tidak dilaporkan dan bahkan, tidak sepakat bahwa bank tersebut dianggap berdampak sistemik sehingga perlu diselamatkan dengan uang negara.

4. Farhat Abbas, Pengacara

http://harianandalas.com/images/wanda/2014/januari/farhat-abbas1.jpg
Pria kelahiran Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau 22 Juni 1976 (37 tahun) ini kerap meluncurkan komentar pedas terhadap peristiwa orang lain, terutama kalangan artis, melalui media sosial. Media hiburan banyak menyorotnya lantaran kicauan yang membuat banyak orang marah itu. Bagai iklan gratis, ini membuat si pengacara itu populer.

Gara-gara komentar pedasnya di Twitter, suami mantan penyanyi Nia Daniati ini sempat tersandung. Yakni,  tudingan rasis terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia lalu meminta maaf setelah kasusnya dilaporkan ke polisi.

Baru-baru ini, Farhat mengomentari cara pengasuhan Dhani kepada anaknya, terkait dengan kecelakaan yang dialami AQJ. Tidak terima dengan komentar pengacara muda itu, putra Ahmad Dhani lainnya, Al dan El, menantangnya tinju. Berbagai tema seputar adu mulut dengan Dhani ini masih menjadi santapan tayangan dan situs kabar artis.

Farhat juga giat mengelola akun Twitter, dengan komentar-komentar yang kerap bikin ramai media sosial. Nah, dia masuk di daftar ini karena menyatakan diri ingin maju menjadi Presiden 2014, meski belum ada partai yang jelas-jelas menyatakan berminat meminang dirinya.

3. Hary Tanoesoedibjo, Pengusaha Politisi

http://statik.tempo.co/data/2013/04/29/id_180796/180796_620.jpg
Nama aslinya Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo, lahir di Surabaya, 26 September 1965 (umur 48 tahun). Dia termasuk pengusaha yang akhirnya terjun ke dunia politik. Melalui Partai Hanura, pemilik kelompok usaha MNC Group tersebut menjadi calon Wakil Presiden, mendampingi Wiranto, pendiri dan Ketua Umum Hanura.

Harry Tanoe, dia biasa disapa, termasuk orang terkaya nomor 22 di Indonesia versi majalah Forbes tahun 2013. Kiprah suami Liliana Tanaja di dunia politik dimulai pada 2011. Awalnya bergabung dengan organisasi masyarakat yang kemudian menjadi partai politik, Nasional Demokrat (Nasdem) dengan jabatan terakhir Ketua Dewan Pakar. Setelah itu minggat ke Partai Hanura, dengan posisi Ketua Dewan Pertimbangan Partai, sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Hanura.

Ayah lima anak anak dengan kekayaan US$1,35 miliar atau sekitar Rp14,85 triliun –dengan kurs Rp11.000 per dolar Amerika- ini juga mendirikan organisasi masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo), yang sekaligus memperlihatkan keseriusannya terlibat aktif di dunia politik.

Wajahnya kerap muncul di berbagai iklan maupun acara televisi, utamanya di jaringan MNC miliknya. KPI sempat menduga teve miliknya menggunakan frekuensi publik untuk partai. Agaknya kemunculannya yang kerap di teve juga berimbas pada popularitasnya sebagai tokoh yang dicari di Internet.

2. Dahlan Iskan, Menteri BUMN 

http://jabar.tribunnews.com/foto/bank/images/20120622_gan_DAHLANiskan_02.jpg
Menteri BUMN Dahlan Iskan lahir Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951 (umur 62 tahun). Ia dikenal sebagai pejabat fenomenal di Indonesia dengan gayanya yang relaks dan sempat kerap menggelar "safari merakyat".

Pemilik kelompok usaha media Jawa Pos Group ini ditunjuk menjadi menteri pada 2011, setelah sebelumnya memimpin PT PLN (Persero). Gayanya yang cenderung “nyeleneh”, seperti ikut melayani di pintu tol akibat adanya kemacetan atau naik ojek, menjadi sorotan media.

Langkah suami Nafsiah Sabri yang menjadi “buah bibir” berkepanjangan adalah sikap ngototnya untuk melahirkan mobil listrik. Sayang, ketika melakukan uji coba yang dikendarai sendiri, kendaraan roda empat merek Tuxuci itu mengalami kecelakaan di Magetan, Jawa Timur. Dahlan, yang kini ikut konvensi calon presiden di Partai Demokrat, selamat.

1. Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta
http://www.shnews.co/foto_berita/31joko%20wi.jpg
Pria yang akrab dipanggil sebagai Jokowi ini lahir di Surakarta, 21 Juni 1961. Di usianya yang 52 tahun pada Desember 2013 ini, Jokowi boleh jadi sebagai orang paling diharapkan untuk memimpin Indonesia, setidaknya menurut hasil survei beragam lembaga survei.

Suami Iriana ini menjadi Walikota Solo, Jawa Tengah, untuk dua periode: 2005-2010 dan 2010-2015. Belum tuntas untuk periode kedua, kader PDI Perjuangan itu langsung pindah untuk memimpin Jakarta.

Sejumlah gebrakan dilakukan di ibu kota ini. Menaikkan upah minimum provinsi (UMP) DKI, dari Rp1,5 per bulan menjadi Rp2,2 juta (juga menolak menaikkannya lagi), lelang jabatan lurah dan camat, serta gaya kepemimpinan blusukan, yang kemudian ditiru sejumlah pejabat publik.

Putra pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo ini menjadi primadona pemberitaan. Tak hanya oleh media dalam negeri, bahkan media terkenal semacam “New York Times” di Amerika Serikat dan majalah “Spiegel” dari Jerman ikut memberikan ruang liputan bagi Jokowi.

Hingga akhir tahun 2013, Jokowi belum menyatakan kesediaan diri bertarung di 2014. Ia masih percaya tugasnya memimpin Jakarta sama sekali masih jauh dari tuntas. Berbagai kalangan menilai, pendirian Jokowi itu bisa berubah bila Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri (yang tak masuk daftar 10 teratas) sudah mengeluarkan titahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar