Google+ Followers

Senin, 24 Agustus 2015

Duke Kahanamoku Legenda Surfing di Logo Google

https://www.google.com/logos/doodles/2015/duke-kahanamokus-125th-birthday-5160763417165824-hp.jpg

Ulang tahun Duke Kahanamoku yang ke-125 dirayakan di google doodle hari ini Senin, 24 Agustus 2015. Pria bergelar The Big Kahuna ini,, adalah atlet multi talenta. Ia legenda surfing dan penemu papan selancar, sekaligus peraih medali lima kali di Olimpiade di olahraga renang.

Saat berkunjung ke halaman utama Google hari ini, kita akan menemukan wajah seorang Hawaii yang tersenyum di depan pantai indah dengan nyiur melambai. Seorang peselancar dengan papan surfing juga muncul di belakangnya. Tidak salah lagi, dialah Duke Paoa Kahinu Mokoe Hulikohola Kahanamoku yang lahir pada 24 Agustus 1890 di Honolulu, Hawaii.

.http://www.nndb.com/people/954/000354889/duke-kahanamoku-2-sized.jpg
Nama Duke yang melekat padanya bukanlah gelar seperti yang disangkakan banyak orang. Melainkan warisan nama dari sang ayah, Duke Halapu Kahanamoku. Duke Kahanamoku sendiri telah terbiasa hidup susah sejak kecil. Ia mesti mencari uang dan meninggalkan bangku sekolah. Bukan berarti tidak bisa berprestasi.

Kahanamoku mendalami kemampuan renang dan surfingnya sejak dini di Pantai Waikiki. Semakin tekun ia berlatih, semakin menjadi-jadi. Pada 11 Agustus 1911, Kahanamoku mencatatkan diri sebagai pemegang rekor renang 100 yard (91 meter) gaya bebas dengan waktu 55.4 detik. Ia juga memecahkan rekor untuk jarak 220 yard (200 meter) dan menyamai catatan terbaik di 50 yard (45 meter).

Kehebatan Kahanamoku di dunia renang terbukti di Olimpiade 1912, 1920, dan 1924. Ia mampu memberikan tiga emas untuk Amerika Serikat, dan dua perak. Di antara kompetisi Olimpiade, Kahanamoku berkeliling dunia untuk memperkenalkan surfing. Ini terobosan besar karena semula olahraga ini hanya dikenal di Hawaii. Tidak salah lagi, jika tidak ada sosok luar biasa ini, selancar belum tentu mendunia seperti saat ini.

Setelah sempat terjun di sekian film Hollywood, Duke Kahanamoku meninggal dunia pada 22 Januari 1968 karena serangan jantung. Jenazah sang legenda surfing dikremasi, dan abunya dilepas di samudera dekat pantai Waikiki.


Sumber : Sidomi

Minggu, 16 Agustus 2015

HUT Kemerdekaan RI ke-70 di Logo Google

https://www.google.com/logos/doodles/2015/indonesia-independence-day-2015-5247175206371328.2-hp.jpg

Tampilan Google terlihat istimewa hari ini, bertepatan dengan Senin 17 Agustus 2015, bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan ke-70 tahun. Tak ingin melewatkan momentum ini, layanan animasi milik raksasa mesin pencari Google Doodle pun ikut memperingatinya.
 
Nuansa kemerdekaan terasa kental di halaman depan situs ini dengan kehadiran bapak Proklamator Soekarno dan Hatta sebagai pengganti huruf O dan pada logo Google berubah menjadi berwarna merah-putih layaknya bendera Indonesia.

http://www.indonesia-capetown.org.za/gfx/logo%20hut%20RI%20ke%2070.png
Ini merupakan tahun ketujuh raksasa mesin pencari asal Amerika Serikat (AS) tersebut merayakan dirgahayu Indonesia. Seperti biasa jika Anda mengklik logo tersebut, berbagai hasil pencarian terkait Hari Kemerdekaan Indonesia akan disuguhkan.

Sekadar kilas balik, bangsa Indonesia dengan lantang mengumumkan kemerdekaannya dari belenggu penjajah pada Jumat 17 Agustus 1945 di halaman rumah Presiden pertama Republik Indonesia (RI) Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Wakil Presiden Pertama Drs. Mohammad Hatta.

Tempat bersejarah itu sendiri, kini telah berganti nama menjadi jalan Proklamasi. Di mana, di daerah tersebut berdiri patung Bung Karno dan Bung Hatta secara berdampingan menjadi pengingat masyarakat modern agar tidak “lupa” dengan detik-detik peristiwa besar kala itu.


Sumber :  http://klikbontang.com

Selasa, 04 Agustus 2015

101 Tahun Peringatan Lampu Lalu Lintas Pertama Kali Ditemukan di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2015/101st-anniversary-of-the-first-electric-traffic-signal-system-5751092593819648-hp.gif

Kapan lampu lalu lintas pertama kali ditemukan? itulah hasil pencarian Goodle Doodle hari ini tanggal 5 Agustus 2015 yang berbeda dari tampilan homepage sebelumnya yang saat ini merayakan ulang tahun ke-101. Pertama kalinya Sistem lampu lalu lintas ditemukan menampilkan animasi berbentuk gambar mobil yang berhenti ketika lampu jalan raya berwarna merah, serta berjalan ketika lampu jalan raya itu beralih menjadi warna hijau.

Lampu lalu lintas pertama kalinya dipublikasikan pada tahun 1868 ketika perkembangan teknologi mesin telah mulai banyak dipakai oleh orang-orang. Lampu lalu lintas terpublikasikanpertama kalinya di London dekat Gedung Parlemen. Cuma saja, waktu itu lampu lalu lintas tersebut baru mempunyai dua warna, yaitu hijau serta merah. Awal mula Penemu lampu lalu lintas adalah Lester Farnsworth Wire yang mencoba untuk dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan.

Garrett Augustus Morgan yang merupakan warga negara AS berupaya membuat lampu lalu lintas supaya bisa dipakai dengan cara efisien serta juga lebih aman. Eksperimen ini berawal saat ia menyaksikan satu tabrakan yang berlangsung pada mobil serta kereta kuda. Momen itu berlangsung dikarenakan pada saat itu system penyusunan lalu lintasnya memakai tanda stop and go.

Ia lalu membuat lampu jalan raya berwujud seperti huruf T. Lampu ini terbagi dalam 3 lampu dengan warna yang berlainan, yakni tanda stop yang diwarnai dengan lampu merah, go diwarnai lampu hijau, posisi stop diwarnai lampu kuning. Lampu kuning yang memberi jeda saat buat mulai berjalan atau mulai berhenti. Lampu kuning juga berikan peluang buat berhenti serta jalan dengan cara perlahan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/29/TrafficSignalInstallationUS1940.jpg/220px-TrafficSignalInstallationUS1940.jpg
Lampu lalu lintas mempunyai banyak variasi, tergantung dari budaya negara yang memakainya serta keperluan spesial di perempatan khusus. Misal variasinya yaitu lampu jalan raya spesial pejalan kaki, lampu jalan raya buat pemakai sepeda, bus, kereta, dan sebagainya. Urutan lampu yang terpasang juga bisa berlainan, disesuiakan dengan budaya yang sudah ada disetiap negara sejak dahulu, yang terpenting dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Dengan adanya penemuan-penemuan masa lalu yang memberikan kenyamanan untuk para pengendara, bisa digunakan sampai saat ini dan terus dikembangkan untuk dapat menghindari kecelakaan yang terjadi dijalan. Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin pesat dapat membantu pengguna jalan bisa berjalan lebih nyaman dan aman dijalan raya dengan penggunaan lampu lalu lintas yang disempurnakan saat ini.


Sumber : http://www.szaktudas.com

Sabtu, 25 Juli 2015

Google Rayakan Special Olympics World Games Los Angeles 2015

        https://www.google.co.id/logos/doodles/2015/special-olympics-world-games-2015-5710263202349056-hp.gif

Mesin pencari Internet Google, hari ini Sabtu (25 Juli 2015) menampilkan disain khusus pada lambang perusahaan (Google Doodle) untuk menghormati dimulainya Special Olympics World Games Los Angeles 2015 (LA2015).

Pesta olahraga warga berkebutuhan khusus ini akan diselenggarakan 25 Juli 2015-2 Agustus 2015 di Los Angeles. Sebanyak 6.500 atlet serta 2.000 pelatih dari 165 negara akan terlibat. Event ini diyakini akan menarik 500.000 penonton dan didukung 30.000 sukarelawan.

Dikutip dari laman resmi panitia LA2015, pesta olahraga ini merupakan pesta kemanusian dan olahraga terbesar di seluruh dunia. Pesta ini akan menggunakan 25 tempat pertandingan yang tersebar di Los Angeles. Perhelatan kali ini merupakan penyelenggaraan ke 16 kali. Olimpiade ini diselenggarakan setiap empat tahun.

Upacara Pembukaan akan diadakan di gedung bersejarah Los Angeles Memorial Coliseum, tempat 1932 dan 1984 Olimpiade. Panitia menargetkan 80.000 penonton akan menyaksikan upacara pembukaan ini.

Direncanakan Presiden Barack Obama dan istrinya Michelle Obama, dengan Walikota Los Angeles Eric Garcetti dan Gubernur California Jerry Brown akan menjadi tamu kehormatan.
 
 
Sumber : Tempo

Selasa, 07 Juli 2015

Ulang Tahun Eiji Tsuburaya, Pencipta Ultraman Dirayakan di Logo Google

 http://www.google.com/logos/doodles/2015/eiji-tsuburayas-114th-birthday-4809204506296320-hp2x.jpg

Ulang tahun Eiji Tsuburaya, pencipta dan sutradara Ultraman dirayakan di Google doodle hari ini tanggal 7 Juli 2015. Pria kelahiran 7 Juli 1901 tersebut adalah raja tokusatsu (genre film fantasi produk Jepang) dengan ciri khas film makhluk-makhluk raksasa. Tsuburaya yang meninggal pada 25 Januari 1970 juga menjadi pencetus ide serial Godzilla.

Ketika pertama kali memasuki halaman utama google hari ini, pandangan kita pasti terkesima pada doodle ultraman yang dikelilingi para monster dan gedung pencakar langit. Doodle itu bisa diperbesar jika mengklik tombol play, sesuai konsep makhluk raksasa ala Tsuburaya. Ini adalah persembahan Google untuk memperingati ultah ke-114 Eiji Tsuburaya yang bernama asli Eij Tsumuraya. Menekuni dunia perfilman sejak usia 18 tahun pada 1917, Tsuburaya adalah ikon terbesar yang memopulerkan dunia tokusatsu.

http://needcoffee.cachefly.net/needcoffee/uploads/2011/10/eiji-tsuburaya.jpg
Tangan dingin Tsuburaya melahirkan film pertama Godzilla (1954) bersama sutradara Ishiro Honda dan produser Tomoyuki Tanaka. Tsuburaya, Honda, dan Tanaka dikenal sebagai trio emas perusahaan film Toho. Bukan tanpa alasan, mereka tidak berhenti menciptakan terobosan dalam film efek visual. Di antaranya menggunakan stuntman untuk kostum monster, hal yang belum terpikirkan kala itu.

Momentum kejayaan Tsuburaya berlanjut ketika ia bisa memiliki studio sendiri, Tsuburaya Productions. Pada 1966, lahirlah UltraQ, film pertama serial Ultraman. Seperti Godzilla, Tsuburaya mencetuskan ide makhluk raksasa. Selang setahun Ultraman muncul dan menyita perhatian seluruh Jepang. Sejak saat itu, ‘adik-adik’ dan penerus Ultraman tidak berhenti dimunculkan walaupun Tsuburaya telah meninggal pada 1970.

Kini, sudah ada sekian judul serial Ultraman. Ultra Seven, Ultraman Ace, Ultraman Taro, hingga Ultraman Leo pernah menghiasi layar kaca Indonesia di era 1990-an. Sempat terhenti, serial ini berlanjut hingga yang terakhir adalah Ultraman X pada 2015. Tak pelak lagi, keberhasilan serial Ultraman menaklukkan dunia dewasa ini, berasal dari tangan dingin Eiji Tsuburaya.


Sumber : Sidomi

Jumat, 26 Juni 2015

5 Pembunuh Berantai Paling Sadis di Jepang

Kini Jepang boleh saja dikenal sebagai salah satu dari negara teraman dan terdamai di dunia, dengan tingkat kriminalitas yang sangat rendah. Namun negara Matahari Terbit ini ternyata menyimpan sejarah kelam para pembunuh berantai yang tak hanya unik, namun juga sangat mengerikan dalam hal modus operandinya. Tak jarang, sepak terjang mereka bagaikan sebuah naskah film slasher Hollywood.
Berikut adalah 5 Pembunuh Berantai Paling Sadis di Jepang, seperti dikutip dari paling-unik.com.

1. The Otaku Killer

Otaku di berbagai belahan lain, termasuk Indonesia, mungkin terdengar seperti istilah yang netral. Otaku berarti penggemar fanatik dari berbagai produk Jepang, seperti manga, anime, hingga video games. Namun di negara asalnya sendiri, istilah otaku didefinisikan negatif. Bahkan para otaku sendiri seringkali didiskriminasikan oleh masyarakat Jepang. Alasannya, pembunuhan berantai sadis yang dilakukan oleh Tsutomu Miyazaki atau yang lebih dikenal dengan julukan Otaku Killer.
Tsutomu Miyazaki lahir di Saitama, Tokyo pada 21 Agustus 1962. Ia tak hanya pembunuh berantai, namun juga kanibal dan penderita nekrofilia. Miyazaki lahir dengan cacat fisik akibat lahir prematur, yakni telapak tangan dan jari-jarinya menyatu. Cacat lahiriah inilah yang menyebabkan ia tumbuh menjadi anak yang pendiam dan pemalu. Kita hanya bisa membayangkan, perlakukan semacam apa yang diterimanya dari teman-temannya dengan fisik seperti itu.
Ia mendapat penolakan dari kedua orang tuanya dan kedua saudara perempuannya. Satu-satunya yang menyayanginya dengan tulus hanyalah sang kakek. Namun ketika kakeknya meninggal pada 1988, ia menjadi depresi, bahkan memakan sebagian abu kremasi sang kakek. Pada masa inilah, ia mulai melakukan pembunuhan berantai.
Korban pertamanya adalah Mari Konno, seorang gadis berusia 4 tahun yang ia culik tepat sehari setelah ulang tahunnya yang ke-26. Ia membunuh gadis itu lalu membuang mayatnya, namun dia kembali setelah mayat gadis itu membusuk untuk mengambil tangan dan kakinya untuk disimpan sebagai trofi yang kemudian ia simpan di dalam lemari. Korban kedua adalah Masami Yoshizawa (7 tahun) yang juga ia culik dan ia bunuh di tempat yang sama ia membunuh Mari.
Ia kemudian menculik Erika Namba (4 tahun) dan membunuhnya. Namun aksi tersadis ia lakukan pada korban terakhirnya, Ayako Nomoto (5 tahun) yang tak hanya ia bunuh, namun juga ia mutilasi. Sama seperti korban pertamanya, Tsutomu juga menyimpan potongan tangannya. Namun tak hanya itu. Ia juga meminum darah gadis itu serta memakan dagingnya.
Pada Juli 1989, aksi Miyazaki akhirnya usai ketika polisi menangkapnya atas tuduhan pelecehan seksual pada gadis di bawah umur. Ketika menyelidiki apartemennya, polisi menemukan bukti atas segala kejahatannya, juga ribuan materi berupa kaset anime serta manga, khususnya manga porno atau hentai. Inilah yang menyebabkan media mengutuknya sebagai Otaku Killer dengan beralasan kebiasaan membaca mangalah yang membuatnya menjadi pembunuh berantai.
Salah satu ciri khas menakutkan dari pembunuh berantai ini, melalui pengakuan para keluarga korban, adalah ia seringkali menelepon keluarga korban. Ketika diangkat, Miyazaki hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun. Jika tidak diangkat, maka telepon akan terus berbunyi hingga 20 menit tanpa henti.
Selama jalannya pengadilan, Miyazaki terus menyalahkan alter egonya (ia sepertinya memiliki kepribadian ganda) bernama Rat Man yang melakukan pembunuhan itu. Ia bahkan menggambar Rat Man dalam bentuk manga. Ayah Miyazaki menolak untuk membayar pengacara untuk membela anaknya dan Pada 1997, Miyazaki dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi dengan cara digantung pada 2008.

2. Osaka School Massacre

Mamoru Takuma merupakan pembunuh yang bertanggung jawab atas tragedi “Osaka School Massacre” yang menewaskan 8 anak dan melukai 15 lainnya. Ia lahir pada 23 November 1963 di Osaka dan semenjak kecil telah menunjukkan gejala “Macdonalds Triad”, yakni 3 kebiasaan yang ditampakkan oleh seseorang yang berpotensi menjadi pembunuh berantai pada usia kecil. Tiga gejala itu adalah Kekejaman pada binatang, Kegemaran membakar benda, dan Eneuresis (kebiasaan mengompol di usia di atas 5 tahun).
Mamoru sejak usia dini sudah menunjukkan perilaku psikopat. Pada usia 12 tahun, ia gemar membunuh kucing dengan membungkusnya dengan koran lalu membakarnya. Saat SMU, ia menyerang gurunya sendiri dan membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Ia juga berkelahi dengan ayahnya, membuat ayahnya kemudian mengirimnya ke RSJ. Namun pihak RSJ tak mau menerimanya dan sang ayah kemudian tak mengakui Mamoru sebagai anaknya.
Ia sempat bekerja di perusahaan taksi bahkan sempat diterima di Angkatan Udara, namun ia dikeluarkan karena masalah kekerasan dan pelecehan seksual. Mamoru menikah selama 4 kali dan keluar masuk penjara. Terakhir, ia bekerja sebagai janitor (tukang bersih) di sebuah sekolah sebelum akhirnya membuat masalah kembali dengan meracuni 4 guru.
Ia kemudian dimasukkan ke RSJ dengan diagnosis menderita skizofrenia. Di RSJ ia sempat berusaha untuk bunuh diri, namun gagal. Setelah sebulan, ia dikeluarkan dengan alasan “mampu mengurus dirinya sendiri”. Pada 2001, sebulan sebelum ia melancarkan aksinya, ia sempat secara sukarela mendaftarkan diri ke RSJ untuk mencari bantuan atas depresi yang ia alami. Namun sehari kemudian ia melarikan diri.
Pada Juni 2001, ia akhirnya lepas kendali dan mengamuk. Dengan bersenjatakan sebilah pisau, ia menyerang Ikeda Elementary School dan menusuk mati 8 anak-anak kelas 1 dan 2 SD serta melukai 13 anak lain dan 2 guru. Peristiwa ini dilihat dari jumlah korbannya, merupakan tragedi terbesar kedua yang pernah menimpa Jepang modern setelah insiden penyerangan gas sarin oleh Aum Shirikyo.
Uniknya, peristiwa ini mengundang simpati popstar Jepang Utada Hikaru yang menggubah lagunya “Final Distance” untuk menghormati salah satu korban yang merupakan fans beratnya. Ketika ditangkap, Mamoru dalam keadaan sangat bingung. Ia tak menyadari bahwa ia menyerang sekolah dan terus mengatakan “Aku tidak menyerang sekolah dasar. Aku pergi ke stasiun kereta dan menusuk 100 orang. Aku tak pernah pergi ke sekolah dasar.”
Ketika persidangan pun ia sama sekali tak membela diri, bahkan meminta hakim untuk segera mengeksekusi dirinya dengan mengatakan “Aku sudah menjadi jijik terhadap semua ini. Aku mencoba membunuh diriku beberapa kali, namun tidak bisa. Kumohon, hukum mati saja aku.” Walaupun didiagnosis menderita berbagai kelainan jiwa seperti perilaku antisosial dan paranoid, ia akhirnya dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung pada 2004.

3. Akihabara Massacre

Tepat 7 tahun setelah tragedi Osaka School Massacre, tragedi serupa terjadi di pusat perbelanjaan Akihabara, Tokyo yang amat terkenal sebagai pusat manga dan anime. Lagi lagi, kasus ini dianggap berhubungan dengan stigma negatif otaku di masyarakat Jepang. Pada Minggu, 8 Juni 2008, Tomohiro Kato mengendarai mobil sewaan dan menabrak 5 pejalan kaki di pusat perbelanjaan Akihabara, menewaskan 3 di antaranya.
Ia kemudian turun dari mobil dan dengan berbekal sebilah pisau, menusuk 12 pejalan kaki satu demi satu, menewaskan 4 di antaranya. Tragedi ini membuat publik Jepang terhenyak. Situasi di kala itu sangat kacau hingga dibutuhkan 17 ambulans yang berlalu lalang untuk menyelamatkan para korban.
Tomohiro sendiri lahir pada 28 September 1982 di Aomori, Honshu dan semula dikenal sebagai siswa berprestasi di SD dan SMP. Namun situasi berbalik 180 derajat ketika ia masuk Aomori High School yang merupakan sekolah elite. Di sana ia menjadi rendah diri karena menjadi siswa yang kurang populer. Prestasinya anjlok drastis menjadi peringkat 300 dari 360 siswa. Akibatnya, ia gagal masuk ke Hokkaido University yang bergengsi dan akhirnya hanya bekerja di sebuah pabrik.
Menjadi anak seorang top manager di perusahaan perbankan membuat Tomohiro mendapat tekanan yang luar biasa berat dari orang tuanya untuk menjadi siswa terbaik. Bahkan orang tuanya pernah menghukumnya dengan menyuruhnya memakan sisa makanan yang terjatuh di lantai. Tetangganya juga bersaksi orang tuanya pernah menghukumnya dengan membiarkannya berdiri di luar rumah di tengah musim dingin yang menggigil. Pada 2006, ia mencoba bunuh diri dengan menabrakkan mobilnya, namun gagal.
Tiga hari sebelum serangan, ia mengalami perselisihan dengan teman kerjanya yang ia tuduh menyembunyikan baju kerjanya. Ia pulang cepat setelah insiden tersebut dan diduga kejadian tersebutlah yang memicu pembantaian Akihabara. Yang mengkhawatirkan, beberapa saat setelah peristiwa itu, mulai muncul pembunuhan copycat yang meniru insiden tersebut.
Pada bulan yang sama, seorang pria mengancam akan mengulang tragedi itu di Tokyo Disneyland. Tomohiro sendiri kini masih hidup, menunggu hukuman mati yang telah dijatuhkan padanya. Pada 2014, saudara laki-laki Tomohiro yang berusia 28 tahun memutuskan bunuh diri karena rasa malu. Kasus Tomohiro kembali menuai stigma negatif pada para otaku. Diduga budaya otaku telah menyebabkan anak muda Jepang menjadi berperilaku negatif dan antisosial.

4. Kobe Child Murders

Pada pagi 27 Mei 1997, potongan kepala Jun Hase, seorang murid di Tainohata Elementary School ditemukan di gerbang sekolahnya. Kepalanya dimutilasi dengan gergaji dan di dalam mulutnya disumpalkan sebuah surat misterius yang ditulis dengan tinta merah. Pembunuhnya, yang mengaku bernama “Sakakibara” menulis:
“Ini adalah permulaan dari sebuah permainan. Kalian para polisi coba saja menghentikanku jika kalian bisa. Aku sangat ingin melhat orang-orang mati, sangat menegangkan bagiku untuk melakukan pembunuhan. Sebuah pembalasan berdarah setimpal dengan penderitaanku selama bertahun-tahun.”
Siapa pelakunya? Secara mengejutkan, polisi menangkap seorang anak berusia 14 tahun (setara dengan siswa kelas 2 SMP) yang tak dipublikasikan identitasnya dan hanya disebut sebagai “Boy A”. Ia ternyata juga mengaku telah membunuh seorang gadis berusia 10 tahun bernama Ayaka Yamashita pada 16 Maret dan menulis dalam buku hariannya,
” Aku mengadakan eksperimen hari ini untuk membuktikan betapa rapuhnya manusia itu, aku memukulnya dengan palu, ketika gadis itu menoleh kepadaku. Aku pikir aku memukulnya berkali-kali namun aku terlalu asyik untuk mengingat berapa kali aku memukulnya”
Kejadian ini sangat mengguncang publik Jepang. Walaupun kejahatan yang dilakukannya sangat serius, “Boy A” tak dijatuhi hukuman mati karena masih di bawah umur. Pada Maret 2004, diumumkan bahwa ia yang saat itu telah berumur 21 tahun, dibebaskan karena telah menjalani seluruh masa hukumannya. Namun baru tiga bulan setelah pembebasannya, kasus mengerikan serupa kembali terjadi dan membuat shock masyarakat Jepang.

5. Tsuyama Massacre

Pernah melihat serial “Harper’s Island” yang menceritakan pembunuh berantai yang beraksi membantai warga sebuah pulau? Kisah ini ternyata pernah terjadi di dunia nyata. Kisah hampir serupa terjadi pada 21 Mei 1938 di sebuah desa bernama Kaio, tak jauh dari kota Tsuyama di wilayah Okayama, Jepang.
Pada malam itu, seorang pria berumur 21 tahun bernama Mutsuo Toi memadamkan listrik di desanya dan di tengah kegelapan, ia membantai 30 penduduk desa secara satu-persatu menggunakan berbagai senjata, mulai dengan senapan, kapak, hingga pedang samurai. Salah satu yang ia habisi adalah neneknya sendiri. Ia membunuh hampir separuh dari penduduk desa tersebut dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri menjelang fajar.


Sumber : Terselubung

Rabu, 13 Mei 2015

Inge Lehmann Penemu Inti Bumi di logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2015/inge-lehmanns-127th-birthday-5712482031108096-hp.gif

Ulang tahun Inge Lehmann, penemu inti bumi dirayakan di Google hari ini tanggal 13 Mei 2015. Untuk mengenang penemuan-penemuan jenius Inge Lehmann, Google mendedikasikan animasi unik yang menggambarkan inti bumi pada Rabu, 13 Mei 2015. Lehmann yang seorang seismologis ini lahir pada 13 Mei 1888 dan meninggal pada 21 Februari 1993 di usia 104 tahun.

Ketika Anda mengunjungi halaman utama Google hari ini  akan muncul animasi bumi yang berotasi. Animasi bumi itu unik, karena planet kita digambarkan terbelah menjadi dua bagian dengan bagian inti yang terlihat. Google tidak sedang meramalkan kiamat, tetapi memberikan penghargaan atas kerja keras Inge Lehmann, peneliti asal Denmark.

 http://www.amnh.org/education/resources/rfl/web/essaybooks/earth/images/lehmann_01.jpg
Jasa terbesar Inge Lehmann yang dikenang umat manusia adalah penemuannya tentang inti bumi. Selama lebih dari dua dasawarsa, Lehmann terus meneliti gempa bumi. Setelah melakukan riset yang mendalam, Lehmann lantas mengungkap bahwa bumi memiliki inti luar dan inti dalam.

Pada kemudian hari, dijelaskan bahwa inti luar adalah lapisan cair dengan ketebalan sekitar 2,266 km yang terletak di bawah mantel bumi, dan di atas inti dalam. Suhunya bisa mencapai 4030 derajat celcius. Akan halnya inti dalam, adalah bagian paling dalam bumi, yang bentuknya bola padat dengan jari-hari sekitar 1200 kilometer.

Penemuan Inge Lehmann ini demikian penting bagi ilmu pengetahuan. Hingga kini gagasan Lehmann tersebut masih menjadi dasar pengetahuan seismologis. Kini, memperingati hari lahirnya yang ke-127, kita bisa membayangkan penemuan besar Lehmann melalui doodle cantik yang dibuat oleh Kevin Laughlin.


Sumber : Sidomi