Google+ Followers

Sabtu, 30 Januari 2016

Amrita Sher-Gil, Pelukis Wanita Termahal India di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/amrita-sher-gils-103rd-birthday-6242590452088832.2-hp.jpg

Amrita Sher-Gil, pelukis wanita termahal India muncul di Google doodle hari ini Sabtu, 30 Januari 2016. Hari ulang tahun ke-103 pelukis aliran post impresionisme ini mendapatkan penghargaan oleh Google dengan dipajangnya salah satu mahakarya Amrita Sher-Gil, ‘Three Girls’.

Munculnya Amrita Sher-Gil dalam google hari ini tidaklah mengherankan. Perempuan kelahiran Budapest, Hungaria pada 30 Januari 1913 ini demikian diakui oleh dunia. Bahkan disebut sebagai Frida Kahlo dari India. Kali ini, seniman doodle, Jennifer Hom memodifikasi karyanya, Three Girls, dengan menambahkan unsur huruf Google sebagai latar belakang.

Bakat seni Amrita Sher-Gil datang dari ayah dan ibunya. Sang ayah, Umrao Singh Ser-Gil Majithia, adalah seorang aristokrat Sikh. Sementara sang ibu, Marie Antoniette Gotesmann adalah penyanyi opera.

Perjalanan melanglang buana sejak kecil sudah dirasakan oleh Amrita. Di usia 16 tahun, ia datang ke Paris untuk lebih mendalami seni lukis. Inspirasinya datang dari pelukis kenamaan seperti Paul Cezanne dan Paul Gauguin.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/91/Amrita_Sher-Gil_2.jpg/640px-Amrita_Sher-Gil_2.jpg
Kemampuan Amrita sudah terlihat di usia yang sangat muda. Pada 1933, dalam usia 20 tahun karyanya Young Girls mendapatkan pengharagaan Associate of the Grand Salon di Paris. Amrita adalah sosok termuda sekaligus satu-satunya orang Asia yang mendapatkan pengakuan ini.

Pada 1934, Amrita Sher-Gil akhirnya kembali ke tanah asalnya, India untuk mengikuti panggilan hati. Di negeri inilah Amrita menghabiskan waktu untuk melukis berbagai potret kehidupan masyarakat setempat. Lukisan-lukisan Amrita kemudian memberikan pengaruh besar dalam dunia seni. Bukan hanya di India, tetapi juga dunia.

Bahkan Aurora Zogoiby, karakter dalam novel The Moor’s Last Sigh karya Salman Rushdie yang diterbitkan pada 1995, mendapatkan inspirasi dari Amrita Sher-Gil. Berbagai karyanya pun dapat dinikmati publik melalui Google Cultural Institute.


Sumber : Sidomi

Kamis, 28 Januari 2016

Hidetsugu Yagi Sang Bapak Antena di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/hidetsugu-yagis-130th-birthday-5137943922475008.2-hp.gif

Hari ulang tahun Hidetsugu Yagi sang ‘bapak antena’ dirayakan di Google doodle hari ini Kamis, 28 Januari 2016. Yagi bersama koleganya, Shintaro Uda adalah dua tokoh penting yang menggagas antena untuk televisi dan radio. Bahkan antena yang umumnya beredar di seluruh dunia pun, diberi nama antena Yagi atau antena Yagi-Uda sebagai penghargaan atas penemuan kedua tokoh ini.

Lahir di Osaka pada 28 Januari 1886, Hidetsugu Yagi mencurahkan hidupnya untuk dunia elektronik. Lulus dari jurusan teknik elektronika di Universitas Imperial Tokyo, Yagi kemudian menambah ilmunya dengan berguru di luar negeri. Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman menjadi negara-negara yang dikunjungi Yagi untuk memperdalam pemahamannya. Di Jerman Yagi melakukan penelitian terkait gelombang listrik untuk komunikasi nirkabel.

http://www.hamradioschool.com/wp-content/uploads/2014/08/Uda_and_Yagi.jpg
Hidetsugu Yagi (kanan) bersama koleganya, Shintaro Uda
 
Memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas seputar komunikasi nirkabel, Hidetsugu Yagi kemudian memahami bahwa gelombang pendek atau gelombang ultra pendek, akan menjadi elemen utama untuk komunikasi, dengan menggunakan gelombang radio.Yagi kemudian menerbitkan berbagai laporan penelitian terkait hal ini yang kelak sangat berguna untuk pengembangan antena ciptaannya.

Antena yang digagas Yagi bersama sang kolega, Shintaro Uda kemudian dipatenkan pada tahun 1926. Antena ini memungkinkan komunikasi terarah dengan gelombang elektromagnetik. Usaha keras keduanya kini dinikmati oleh jutaan rumah. Google pun mengapresiasi karya Yagi dengan animasi doodle yang menarik.
Dalam doodle hari ini, tampak dua orang yang bekerja di sebuah atap rumah, memasang antena dan dalam sekejap, rumah-rumah lain juga melakukan hal serupa. Sebuah animasi singkat namun padat dan tepat untuk menggambarkan pentingnya penemuan Hidetsugu Yagi bagi kehidupan umat manusia.


Sumber : Sidomi

Rabu, 27 Januari 2016

HUT Astronom Beatrice Tinsley di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/beatrice-tinsleys-75th-birthday-5688837634260992-hp.jpg

HUT astronom asal Inggris, Beatrice Tinsley dirayakan di Google doodle hari ini Rabu, 27 Januari 2016.  Tinsley yang lahir pada 1941 melakukan penelitian tentang evolusi galaksi, yang sangat berpengaruh pada bidang astronom dan kosmologi.

Lahir di Chester Inggris pada 27 Januari 1941, perempuan bernama asli Beatrice Muriel Hill ini sangat dikagumi oleh peneliti lain di bidangnya. Tesis-tesis Beatrice Tinsley seperti An Accelerating Universe, memengaruhi pemahaman besar bahwa ternyata ekspansi galaksi dapat dihitung dan diperkirakan.

Dengan gagasan-gagasan cemerlang Tinsley, para peneliti seperti mampu menembus tembok tebal yang selama ini menghalangi. Sebelumnya, hana ada metode standar untuk menentukan jarak galaksi. Namun terobosan Tinsley memungkinkan penelitian untuk lebih jauh membahas, misalnya, usia populasi galaksi dan pengaruhnya pada kualitas galaksi yang tengah diteliti.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/4c/Beatrice_Tinsley.jpg
Peran Tinsley tidak sampai di sana saja. Ia juga terlibat dalam penelitian untuk menyelidiki, apakah alam semesta terbuka atau tertutup. Selain itu, dari model galaksi yang disusun Tinsleylah para astronom dapat memperkirakan pendekatan awal tentang seperti apa seharusnya protogalaksi.

Memiliki kecerdasan luar biasa dalam bidangnya, Beatrice Tinsley harus menjalani ujian berat dalam kehidupan pribadi. Ia pernah diberhentikan dari pekerjaannya di Selandia Baru. Ia juga harus rela bercerai dengan sang suami, dan berpisah dari dua anak adopsinya meski pernikahan bertahan cukup lama. Tinsley meninggal pada 23 Maret 1981 di usia muda, 40 tahun, karena kanker.

Meskipun menjalani hidup yang singkat, kerja keras Beatrice Tinsley dalam dunia astronomi dan kosmologi menghasilkan banyak prestasi. Sebagai contoh, pada 1974 ia menerima Annie J. Cannon Award atas penelitian evolusi galaksi. Bahkan 10 hari sebelum meninggal, Tinsley masih sempat menciptakan sebuah paper untuk Astrophysical Journal.


Sumber : Sidomi

Selasa, 26 Januari 2016

John Logie Baird Penemu Televisi di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/90th-anniversary-of-the-first-demonstration-of-television-6281357497991168.2-hp.jpg

Siapakah penemu televisi? Jawaban untuk hal tersebut muncul di Google Doodle hari ini pada sosok John Logie Baird. Hari ini Selasa, 26 Januari 2016 adalah hari peringatan ‘ulang tahun’ ke-90 demonstrasi televisi pertama ditampilkan untuk publik. Dan Baird adalah sosok yang mencetuskan ide brilian itu.

Televisi, benda yang ‘wajib’ hadir di setiap rumah pada abad ini, dikembangkan oleh sekian peneliti. Namun di antara mereka John Logie Baird dikenal sebagai pioner utama. Baird disebut sebagai sosok pertama yang mampu memproduksi gambar bergerak televisi hitam putih secara langsung.

Penemuannya membutuhkan kerja keras yang luar biasa. Setelah berkutat sekian lama di laboratorium, pada 2 Oktober 1925 Baird sukses mentransmisikan gambar televisi pertama. Ia ketika itu menampilkan kepala boneka ventriloquist yang disebut Stooky Bill. Sukses dengan hal ini, kemudian Baird mencoba pada manusia.

William Edward Taynton, kawan akrab Baird, seorang pekerja kantoran berusia 20 tahun, menjadi orang pertama yang wajahnya ‘masuk’ dalam televisi. Namun kala itu William harus memejamkan mata di depan pencahayaan yang begitu terang yang berpotensi membutakan matanya. Begitu panasnya pencahayaan untuk ‘gambar’ televisi pertama tersebut, sampai-sampai Williams harus disogok untuk mau bertahan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/5/5f/John_Logie_Baird00.jpg
Momentum emas bagi Baird datang pada 26 Januari 1926. Ketika itu yang menjadi percobaan Baird adalah seorang reporter dari The Times dan anggota Royal Institution Inggris. Kejadian ini menjadi demonstrasi pertama sistem televisi yang bisa menyiarkan langsung gambar bergerak. Baird melakukan hal ini di depan 50 ahli sains yang dibuat berdecak kagum oleh penemuannya.

Namun perjalanan karier Baird tidaklah secemerlang yang dibayangkan. Pengakuan terhadapnya baru terjadi setelah sekian lama ia meninggal. Pasalnya, di belahan dunia lain muncul Philo Fansworth dengan gagasan televisi pula. Perbedaannya, penemuan Baird sifatnya mekanis, sementara Fansworth lebih ke elektronis.

Kini, 70 tahun sejak Baird meninggal, ia sangat diakui oleh dunia. Oleh BBC, ia dinobatkan duduk di peringkat 44 dalam 100 orang Britania Raya paling berpengaruh di dunia. Emapt tahun kemudian ia masuk dalam 10 besar ahli sains terkemuka Skotlandia sepanjang masa.


Sumber : Sidomi

Kamis, 21 Januari 2016

Wilbur Scoville sang Kimiawan di Logo Google

http://www.google.com/logos/doodles/2016/wilbur-scovilles-151st-birthday-6275288709201920.3-hp2x.png

Ulang tahun ke-151 Wilbur Scoville dirayakan di Google Doodle hari ini Jumat, 22 Januari 2016. Untuk mengenang kejeniusan Scoville, sang kimiawan yang menjadi orang pertama yang mampu mengukur tingkat kepedasan cabai, Google menampilkan doodle berisi game mengalahkan monster cabai yang harus Anda coba.

Wilbur Scoville yang lahir di Bridgeport Connecticut pada 22 Januari 1865 memiliki segudang penemuan sebagai peneliti, kimiawan, hinga profesor farmakologi. Namun yang paling menarik adalah bukunya, The Art of Compounding yang memaparkan konsep takaran tingkat kepedasan cabai. Hingga kini, konsep tersebut dikenal dengan nama skala Scoville.

Secara garis besar terdapat rentang tertentu yang dikelompokkan oleh Scoville untuk menentukan pedas atau tidaknya lada/cabai. Yang paling rendah adalah golongan paprika, cubanelle, dan aji dulce yang disebut ‘tidak terlalu pedas’. Sementara yang paling pedas dalam skala Scoville adalah lada/cabai yang skalanya 1.500.000 hingga 2.000.000 yaitu Trinidad Moruga Scorpion.

http://mondodelpeperoncino.it/img/wilburscoville.jpg
Doodle di Google hari ini berangkat dari konsep tersebut. Dituturkan oleh Olivia Huynh sang pembuat konsep doodle hari ini, ia sudah memikirkan game tes rasa pedas cabai ini sejak musim panas lalu.
Ia menyebut, “Kepedasan  adalah pengalaman universal yang lucu, yang saya pikiir membuka pintu bagi kita untuk melakukan sesuatu yang mungkin tak bisa diperbuat, seperti game pertempuran (tentang skala Scoville).”

Dalam game doodle di Google hari ini, Anda akan bermain melawan cabai dari berbagai skala Scoville. Cabai pertama tentu dengan skala paling rendah. Yang perlu dilakukan, Anda cukup melemparkan es krim ke arah cabai. Berhati-hatlah karena jika ukuran kekuatannya tidak tepat, Anda bisa kalah dari si cabai!


Sumber : Sidomi

Rabu, 20 Januari 2016

Ulang Tahun ke-93 Lola Flores Penari Spanyol di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/lola-flores-93rd-birthday-5451340874514432-hp.jpg

Ulang tahun ke-93 Lola Flores dirayakan  di Google Doode hari ini Kamis, 21 Januari 2016. Lola Flores adalah seniman multi talenta dari tanah Spanyol yang diakui keunggulannya bukan cuma sebagai penari, tetapi juga penyanyi dan aktris. Lola Flores adalah ikon budaya tari Gypsy Spanyol.

Google hari ini menampilkan doodle animasi seorang wanita cantik dengan gaun merah yang anggun, di depan latar belakang nan artistik. Dialah La Faraona, Lola Flores yang bernama lengkap Maria de los Dolores Flores Ruiz. Perempuan luar biasa ini lahir di Jerez, Spanyol pada 21 Januari 1923.

Masa kecil Lola Flores diwarnai dengan perjuangan berat. Karena berasal dari keluarga tidak mampu, Lola sudah harus bekerja sejak usia 10 tahun, sebagai penyanyi di bar-bar lokal di Jerez de la Frontera. Itupun hanya demi bayaran sejumlah pesetas. Dari sinilah bakat seni Lola terasah. Ia kemudian bergabung dalam sebuah acara hiburan Mary Paz di usia 15 tahun.

http://www.shmadrid.com/blog/en/wp-content/uploads/2015/04/lola-flores.jpg
Hijrah ke Madrid untuk semakin memperdalam kemampuan seni, karier Lola Flores terus menanjak. Film pertamanya adalah Martingala, yang berlanjut dengan kerjasamanya dengan Manolo Caracol. Bersama sosok ini, Lola sukses tampil di berbagai pertunjukan rakyat yang sangat digemari tidak hanya di Spanyol, tetapi juga di dunia latin.

Namun akhir riwayat Lola Flores cukup kelam. Di usia 64 tahun, ia terjerat masalah pajak, bahkan sempat dipenjara selama 16 bulan karena hal ini. Pada 16 Mei 1995, Lola meninggal di usia 72 tahun karena kanker payudara. Ketika jenazahnya diantar ke pemakaman, hiruk-pikuk terjadi di Madrid, warga Spanyol seolah tidak rela ditinggal salah satu penari tersukses negeri tersebut sepanjang masa.

Diiringi lagu La Zarzamora, Lola Flores akan selalu dikenang atas kontribusinya di bidang seni bagi dunia latin.


Sumber : Sidomi

Senin, 18 Januari 2016

Ulang Tahun Sophie Taeuber-Arp Dirayakan di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/sophie-taeuber-arps-127th-birthday-6314875858976768.3-hp.jpg

Ulang tahun Sophie Taeuber-Arp yang ke-127 dirayakan Google Doodle hari ini Selasa, 19 Januari 2016. Seniman asal Swiss ini menjadi sosok terdepan gaya abstraksi geometrik, bagian dari aliran abstrak, yang salah satunya bisa dilihat di halaman utama Google hari ini.

Dalam google doodle hari ini, kita bisa melihat sebuah lukisan yang membentuk kata Google, tetapi dengan gaya yang unik. Alih-alih lukisan tersebut acak adut, elemen-elemennya membentuk persegi atau persegi panjang dengan warna-warna indah sedemikian rupa. Inilah yang disebut abstraksi geometrik.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/b/b1/Sophie_Taeuber-Arp.jpg
Sophie Taeuber-Arp yang lahir di Davos, Swiss pada 19 Januari 1889 menjadi salah satu pelopor gaya tersebut. Seniman yang juga dikenal sebagai penari dan pemahat ini, memiliki segudang keahlian di dunia seni, beberapa di antaranya merupakan terobosan besar yang melewati sejarah. Sampai-sampai bank Swiss mengeluarkan uang kertas dengan potret dirinya untuk pecahan 50 franc, yang bertahan sejak 1995.

Sophie Taeuber-Arp tidak hanya diakui oleh Swiss semata. Banyak museum di dunia yang menyimpan karya-karya luar biasa perempuan yang bersuamikan Jean Arp, seniman aliran Dadaisme. Hingga kini, setiap karya Taeuber-Arp diyakini sebagai daftar teratar dalam aliran modern klasik.

Seniman yang bertanggung jawab pada doodle di Google hari ini, Mark Holmes menuturkan, “Ini adalah doodle yang sangat menyenangkan karena Sophie Taeuber-Arp adalah seorang seniman produktif dengan karya begitu beragam. Saya hampir tidak bisa mengambil keputusan mana karyanya yang dijadikan inspirasi untuk doodle ini.”

“Mudah-mudahan saya bisa menangkap semangat setidaknya satu aspek dari karya Sophie Taeuber-Arp dan membantu menarik lebih banyak bola mata untuk melirik kontribusi besarnya ke dalam dunia seni.”


Sumber : Sidomi