Google+ Followers

Sabtu, 10 November 2012

5 Homoseksual yang Melakukan Kejahatan

Homoseksual bukanlah kejahatan mungkin itu sebuah ungkapan yang umum terdengar di nagara-negara barat dan negara maju lainnya. Namun bagi kebanyakan masyarakat di Asia yang menjunjung tinggi  budaya, agama dan nilai serta norma moral adat istiadat, homoseksual merupakan hal yang tabu, memalukan dan dosa. Meski demikian fenomena homoseksual sudah terjadi ribuan tahun yang lalu dan bukan hal aneh di dalam perjalanan peradaban manusia. Berikut 5 homoseksual yang melakukan kejahatan:

1. Huang Yong

Huang Yong, seorang pria yang dilahirkan di Provinsi Henan, China, 38 tahun yang lalu, dinyatakan bersalah atas pembunuhant terhadap 17 orang pemuda  yang dilakukan pada 2001 dan 2003. Ia pun menjadi tersangka terhadap peristiwa pembunuhan 25 orang laki-laki lainnya.  Sebelum ia membunuh korbannya, langkah pertama adalah mengamati, membuntuti dan mempelajari kelemahan korbannya. Kebanyakan ia menculik korbannya dari sebuah cafe internet ataupun tempat penyewaan game komputer. Setelah membunuh, Huang menyimpan beberapa bagian tubuh korbanya untuk dijadikan cendera mata. Namun kegilaannya berakhir setelah korban ke -18 berhasil melarikan diri dan melaporkannya ke pihak berwenang. Huan kemudian dieksekusi pada September 2003.
Meski para korbannya kebanyakan kaum lelaki, namun Huang Yong tidak dapat begitu saja dinyatakan sebagai homoseksual. Namun dugaan yang paling kuat adalah kelainan jiwa yang diidapnya, karena dalam sebuah wawancara ia mengatakan menjadi seorang pembunuh adalah keinginannya sejak kecil.

2. Hans Grans
Hans Grans bersama kekasih prianya,  Haarrman, dikenal sebagai anggota dari komunitas homoseksual yang ada di Hanover, Jerman. Mereka adalah pasangan kriminal yang memutilasi dan menyelundupkan daging korbannya sebagai daging sapi palsu di pasar gelap. Haarmans berperan sebagai eksekutor dalam aksi pembunuhan para pemuda atas perintah Hans. Sementara Hans hanya menjadi pengamat dan sangat menikmati aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Haarman. Dan meskipun sebenarnya Hans dijatuhi vonis mati atas aksi pembunuhan, namun pengakuan Haarman berhasil merubah vonis tersebut menjadi 12 tahun penjara saja. Ia meninggal pada 1975.

3. Randy Steven Kraft
Randy Kraft, seorang pria yang dilahirkan di California pada 1945. Ia merupakan anak laki-laki satu-satunya dari tiga saudara perempuan. Ia memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi, ia bahkan berhasil lulus dalam ujian saringan masuk Angkatan Udara Amerika Serikat.  Salah satu kegilaannya adalah ia menikmati proses memfoto para korbannya yang sudah tak bernyawa lagi melalui kamera polaroidnya. Ia bahkan meletakkan dan memosisikan tubuh tak bernyawa tersebut di atas sofa atau di ruangan lain di rumah yang ia tinggali bersama kekasih prianya. Ia dinyatakan bersalah atas 16 pembunuhan yang dilakukannya dalam rentang waktu 1972 dan 1983.

4. Arthur Gary Bishop

Arthur Gary Bihop, lahir di Utah, Amerika Serikat pada 1951, ia dibesarkan dalam keluarga yang menganut aliran kristen mormon. Arthur adalah seorang anak yang pintar dan berpendidikan tinggi, namun demikian ia bukanlah remaja yang popular  baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Ia berhasil lulus dengan nilai baik dari sekolah misionaris mormon dan memasuki sekolah bisnis. Namun ketika mulai memasuki dunia kerja, ia didugan menggelapkan sejumlah uang –saat itu ia bekerja sebagai penata buku. Bahkan kehidupannya semakin jauh dari ajaran mormon, ia larut dalam dunia pornografi yang melibatkan anak-anak di bawah umur sebagai obyek seks. Bahkan sikapnya semakin gila dan keji ketika mulai menculik, menyiksa dan membunuh para bocah laki-laki. Korban pelecehan seksual Arthur tidaklah sedikit seandainya para korban dan orangtua mereka melaporkannya.

5. Luis Alfredo Garavito
Pelaku pembunuhan berikut ini memiliki julukan yang sangar,”The Beast,” dengan nama itulah masyarakat Kolombia menyadari bahwa ia adalah pembunuh yang kejam. Luis Alfredo Garavito,  adalah seorang pria Kolombia kelahiran 1957 yang bertanggung jawab terhadap kejahatan pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi dari 140 bocah laki-laki. Pembunuhan yang dilakukan oleh Alfredo terjadi pada rentang tahun 1992 dan 1999.  Teknik mendapatkan mangsa yang dilakukan oleh Alfredo sangat klasik dan kuno,  ia menawarkan sejumlah permen dan minuman kepada calon korbannya. Setelah berhasil mendapatkan mangsanya, ia akan membunuh mereka dengan menggunakan obeng ataupun pisau. Atas kejahatannya itu ia dijatuhi hukuman, 1.853 tahun penjara (Waw!), bahkan Alfred mengakui semua kejahatannya. Sehingga dengan mudah pihak penyelidik berhasil menemukan lebih dari 300 kerangka manusia.

1 komentar: