Google+ Followers

Selasa, 26 Februari 2013

20 Tokoh Yang Bikin Rusak Filmnya Sendiri

Dalam sejarah perfilman Hollywood, tak kurang ada banyak tokoh film yang kemunculannya malah membuat kualitas menurun. Dari tokoh yang punya banyak porsi dalam film hingga cameo, beberapa tokoh yang ada dalam daftar kali ini terbukti merusak film itu sendiri.
Para tokoh yang masuk dalam daftar ini memang tak bisa sepenuhnya dipersalahkan atas ketidaksuksesan film filmnya. Akan tetapi kehadiran mereka bisa dipastikan merusak kualitas filmnya sendiri. Kalau pun tokoh ini dihilangkan bisa saja film tersebut malah tersaji apik.
Inilah 20 tokoh dalam film-film Hollywood yang seharusnya diperbaiki/ sebaiknya tidak dibuat.

1. Jar Jar Binks (STAR WARS: PHANTOM MENACE)

Penggemar STAR WARS sudah sangat penasaran dengan masa kecil Anakin Skywalker yang dipaparkan dalam film prekuel ini. Asal mula musuh terbesar dalam saga STAR WARS ini memang menjadi benang merah episode pertama dari saga fiksi ilmiah paling laris ini.
Itu semua ternodai dengan hadirnya sosok alien Jar-Jar Binks dengan logat aneh dan juga kecenderungannya untuk melakukan slapstick membuat saga yang harusnya tergarap megah ini jadi terkesan biasa-biasa. Parahnya... Jar-Jar selalu ikut kemana pun sang tokoh utama kita pergi.

2. Mr Yunioshi (BREAKFAST AT TIFFANY) 
Tokoh Mr Yunioshi (Mickey Rooney) dalam film BREAKFAST AT TIFFANY (1961) ini bisa digolongkan sebagai tokoh yang merusak sekaligus rasis. Bagaimana tidak bila di antara banyak tokoh kulit putih Amerika yang digambarkan glamor dan elegan, ada satu tokoh Jepang yang mesum dengan gigi tonggos. Parahnya tokoh ini diperankan oleh seorang Amerika yang dirias wajahnya.

3. Gus Dorman (SUPERMAN III)

Gus Gorman (Richard Pryor) adalah tokoh paling tak logis dalam film superhero paling laris kala itu. Tokohnya yang digambarkan sebagai hacker komputer sama sekali tak menunjukkan kejeniusan dalam bidang komputer. Lebih parah lagi, ia mendominasi film yang seharusnya berkisah tentang Superman. 
Awalnya, tokoh ini direncanakan sebagai penyaraman dari sosok Brainiac yang jenius dan mematikan. Akan tetapi, sineas yang menggarapnya memutuskan lain.

4. Mary Corleone (THE GODFATHER PART III)

THE GODFATHER III dianggap banyak orang sebagai film terlemah dari trilogi THE GODFATHER.  Satu yang menyebabkan demikian antara lain sosok Mary Corleone yang diperankan oleh Sofia Coppola. Ia tampil sangat datar dan terlihat tak berpengalaman dalam berakting.
Tuduhkan patutu dialamatkan kepada sang sutradaram Francis Ford Coppola yang nekad menaruh putri mudanya tersebut sebagai tokoh vital. Gara-gara kompromi sang ayah, Sofia harus rela diejek selama bertahun-tahun karena aktingnya. 

5. John Connor (TERMINATOR 2: JUDGMENT DAY) 
Jika saja James Cameron menahan diri untuk tak membuat film kedua TERMINATOR ini di tahun 1995, ia mungkin dapat menggarap tokoh John Connor dengan lebih matang dan siap tempur. Tokoh utama dalam film fiksi ilmiah paling seru ini lebih terlihat sebagai bocah nakal penggerutu daripada calon pahlawan besar di masa depan.

6. Jonathan Harker (DRACULA) 
Kasus Jonathan Harker (Keanu Reeves) dalam kisah roman DRACULA semata bukan karena tokohnya, namun lebih kepada aktor yang memerankannya. Keanu tampil datar dan salah casting sebagai tokoh utama dalam film. Aktor yang kerap tampil datar ini membuat sosok yang inteligen ini tampak membosankan.

7. Jimmie Dimmick (PULP FICTION)

Tarantino memang diakui sebagai sutradara jenius dan karyanya tak diragukan lagi kualitasnya. Tapi saat ia memaksa diri menjadi cameo dalam film, hasilnya sama sekali berbeda. Alih-alih menampilkan cameo yang cerdas atau menggelitik, Tarantino sering terjebak dalam 

8. Carrie (FOUR WEDDING AND A FUNERAL)

Kolaborasi pertama Richard Curtis dan Hugh Grant ini tersaji nyaris sempurna. Ensemble castnya mampu membuat kisah romantis dalam film terasa hidup. Dialognya pun enak dan mengalir. Satu saja kelemahannya, tokoh Carrie yang diperankan oleh MacDowell sangat datar dan tanpa emosi. Penampilannya sebagai aktris utama langsung membuat akting lawan mainnya, Hugh Grant seakan hambar.

9. Ruby Rhod 
Kisah fiksi ilmiah garapan Luc Besson ini tergarap apik dari berbagai sisi, kecuali satu, tokoh bernama Ruby Rhod yang diperankan Chris Tucker. Tokoh ini merupakan pembawa acara talk show dalam kisah filmnya. Pembawaan Tucker akan tokoh tersebut sudah sangat mengganggu terlebih dari dialog-dialognya. Parahnya lagi tokoh Ruby ini gemar berdandan layaknya para waria di pertunjukan karnaval.

10. Adam Kesher (MULHOLLAND DRIVE) 
MULHOLLAND DRIVE punya plot yang surealis namun tergarap indah dan apik. Gara-gara keanehan tersebut, film ini malah mendapat banyak pujian. Tapi pujian tidak berlaku untuk tokoh Adam (Justin Theroux) yang punya karakterisitik tak logis dan tak menarik untuk ditonton. Salah satunya adalah berjalan dalam tidur. 

11. Storm (X2) 
Halle Berry dikabarkan berdebat hebat dengan sang sutradara, Bryan Singer atas penggambaran sosok mutan Storm dalam film. Bagaimana tidak berdebat apabila aktris sekelas Berry harus menahan diri memerankan tokoh yang dibuat "tak jelas" dan datar di sepanjang film. Baik dialog maupun peran Storm dalam film kedua X-MEN ini sangatlah tak penting.

12. Rachel (WAR OF THE WORLD)

WAR OF THE WORLD (2005) adalah film yang menjanjikan karena diadaptasi dari novel fiksi ilmiah laris karya HG Wells dan disutradarai oleh Steven Spielberg. Tak lupa bintang utamanya adalah aktor sekelas Tom Cruise. Namun, pemilihan Dakota Fanning sebagai aktris pendukungnya adalah pilihan tak tepat karena di sepanjang film ia lebih sering berteriak dan menjerit. Entah mengapa dalam setiap plot yang ada dalam film ia adalah tokoh yang selalu menunggu untuk diselamatkan.

13. Elizabeth Swan (AT WORLD'S END)

Elizabeth Swan (Keira Knightley) dalam kedua film PIRATES OF CARIBBEAN nampak sangat meyakinkan dengan perannya sebagai seorang putri bangsawan yang terjebak dalam kisah para perompak. Swan memang memesona lantaran ia digambarkan sebagai putri bangsawan yang bisa bertarung dengan pedang dan pistol. Sungguh garang.
Akan tetapi dalam film ketiga, ketika Gore Verbinski dan penulis naskahnya memutuskan Swan sebagai kapten perompak, penonton dibuat hening akannya. Swan sama sekali tak punya karisma saat harus berteriak memerintah anak buah kapalnya yang jelas-jelas lebih garang darinya.

14. Mutt Williams (INDIANA JONES AND THE KINGDOM OF CRYSTAL SKULL)

Shia LaBeouf meroket popularitasnya karena bermain dalam THE TRANSFORMERS. Ia mampu memerankan sosok hero muda yang disukai penonton. Hal tersebut coba diulang dalam film keempat saga legendaris INDIANA JONES. Tokoh Mutt Williams direncanakan menjadi sidekick Indi (Harrison Ford) dan nantinya, jika sukses menjadi penerus Indiana Jones. Sayangnya, ia malah terlihat mirip anak muda yang terlalu banyak tanya dan suka menggerutu.

15. Lt Aldo Raine (INGLORIOUS BASTERDS)

Kisah perburuan NAZI yang digarap dalam film ini sungguh out of the box meski kita tahu cerita di dalamnya hanyalah fiksi. Rencana pembunuhan Hitler di gedung bioskop sangatlah menarik untuk diikuti dari awal hingga akhir. Tokoh-tokoh di dalamnya yang diperankan oleh Christoph Waltz, Mélanie Laurent, dan Michael Fassbender sangatlah apik terlebih dalah bahasa Jerman dan Prancis mereka. Cuma tokoh Letnan Aldo Raine (Brad Pitt) yang terus mengunyah permen karet dan kental aksen Texasnya yang membuat film ini terasa timpang.

16. Emma Frost (X-MEN: FIRST CLASS) 
Emma Frost dalam komiknya digambarkan sebagai mutan yang mampu membaca pikiran namun terganggu mentalnya. Ia berkepribadian manipulatif dan berwajah dingin. Semua gambaran itu gagal dibawakan oleh Januari Jones yang dalam film menjadi seperti wanita pendiam dan membosankan. Dan satu lagi ia kemana-mana dengan mengenakan bikini.

17. Inez (MIDNIGHT IN PARIS) 
Sutradara Woody Allen piawai dalam menggarap film drama yang di dalamnya ada banyak tokoh-tokoh yang unik. Dalam filmnya yang masuk nominasi Oscar ini, Woody Allen masih mengulang pakem yang sama. Hanya saja, ada satu tokoh wanita bernama Inez (Rachel McAdams) yang dijamin membuat penonton jengkel. Ia selalu mengkritik dan mendikte tunangannya dengan cara yang tak sopan. Jika diibaratkan ia menjadi "duri dalam film".

18. Jessica (CRAZY, STUPID, LOVE) 
Film CRAZY, STUPID, LOVE mampu membuat penonton duduk terpaku tak berkedip dengan plotnya yang sungguh menarik dan juga tak tertebak. Si pecundang Steve Carell siapa sangka jadi pria yang amat memikat wanita. Si pemikat wanita Ryan Gosling juga makin piawai dalam memainkan jurus cintanya. Semua itu langsung runtuh saat ada sosok Jessica (Tipton Analeigh) yang dengan mata belo-nya sebagai baby sitter yang kaku dan aneh. Seandainya tokohnya bisa dihilangkan, film ini dijamin tetap menarik.

19. Millburn (PROMETHEUS) 
Millburn adalah ilmuwan biologi yang terpilih dari banyak ilmuwan lainnya untuk menjelajah luar angkasa demi mencari kebenaran awal mula penciptaan manusia. Wow... misi ini dipastikan hanya diikuti oleh para ahli di bidangnya. Lantas mengapa Millburn dengan santai ingin membelai alien berbentuk ular yang belum pernah ia temui di bumi. Tanpa memperhitungkan resikonya ia memegang ular alien yang berbahaya itu. Jadi sebenarnya ia pintar atau bodoh?

20. Ana (LIBERAL ARTS) 

Kisah percintaan dua mahasiswa Fisher dan Zibby di kampus ini enak untuk dinikmati dengan segala konflik dan duka yang ada di dalamnya. Keduanya pun mengakhiri kisah cinta mereka dengan bahagia dengan bekerja di sebuah toko buku milik Ana. Dan kisah berakhir. Lalu apa pentingnya peran Ana di sini?

1 komentar: