Google+ Followers

Jumat, 10 Mei 2013

Pernyataan-pernyataan Kontroversial dari Sir Alex Ferguson

http://l2.yimg.com/bt/api/res/1.2/JAwHQkW2OpPHhMy4OkII0Q--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zNTY7cT04NTt3PTUxMg--/http://l.yimg.com/os/publish-images/sports/2013-05-09/b706dbbd-493f-40a5-accb-e0a367fc087a_sir_alex_getty_richard_heathcote.jpg
Dalam perjalanan kariernya sebagai legenda Manajer Manchester United selama 26 tahun, Sir Alex Ferguson punya banyak pernyataan menarik. Baik tentang pemainnya, klub tetangga yang 'berisik', Manchester City, maupun pesaing-pesaingnya dalam perebutan gelar juara Premier League.
Berikut ini pernyataan-pernyataan kontroversial Sir Alex yang dicatat oleh media Inggris, The Guardian:

Tentang Ryan Giggs 
Saya masih ingat saat pertama bertemu dengannya. Ketika itu dia berusia 13 tahun. Saat berlari, Giggs seperti melayang di atas rumput layaknya anjing pemburu Spaniel yang sedang mengejar kertas yang terhembus angin.  

Tentang Gary Neville
Kalau saja dia satu inci (2,54 sentimeter) lebih tinggi, maka dia akan menjadi pemain tengah terbaik di Inggris. Tinggi ayahnya hampir 2 meter. Coba saya cek ke pengantar susu. 

Tentang Paul Ince
Saya sempat mengatakan, ketika seorang pemain sepak bola dalam kondisi puncaknya, dia merasa seakan-akan bisa memanjat Gunung Everest dengan sandal. Seperti itulah Paul Ince.

Tentang orang Italia
Ketika orang Italia mengatakan kepada saya, "ini adalah pasta di atas piring", maka saya cek di bawah spagetti. Maklum, orang Italia itu kan penemu filter asap.

Saat meraih tiga gelar (Liga Inggris, Piala FA dan Liga Champions) di musim 1998/1999
Sulit dipercaya. Saya sulit percaya ini. Dasar, sepak bola sialan. 

Ketika media mengkritik Juan Sebastian Verón
Pergi kalian. Saya tidak mau bicara dengan kalian (media). Dia (Verón) merupakan pemain hebat. Kalian bodoh semua.

Tentang Liverpool
Tantangan terbesar saya bukan apa yang terjadi sekarang, tetapi menurunkan Liverpool dari tempatnya bertengger. Anda (media) boleh tulis itu.

Tentang perebutan trofi pada 2003
Suasana saat ini makin menggelitik. Saya menyebutnya "kegelisahan" menjelang masa akhir kompetisi.

Saat menendang sepatu bola ke pelipis David Beckham pada 2003 

Ini kejadian yang sangat ganjil. Kalaupun saya mencoba lagi sebanyak 100 kali atau jutaan kali, hal seperti itu tak akan bisa terulang. Kalau saya mampu, tentu saya jadi pemain (sepak bola).

Tentang Filippo Inzaghi

Mungkin dia terlahir sudah offside.

Tentang Arsène Wenger
Mereka bilang dia (Wenger) orang pintar. Apakah Benar? Katanya ia mampu bicara dengan lima bahasa. Saya juga pernah bertemu dengan bocah 15 tahun di Pantai Gading yang juga mampu berbicara dengan lima bahasa. 

Tentang mantan pemainnya yang menjadi manajer 
Sangat sulit mencari seorang manajer. Sebagai contoh, tak ada yang berpikir bahwa Mark Hughes - mantan pemain MU - bakal menjadi seorang manajer, walaupun selama jutaan tahun. Sebaliknya kita berpikir bahwa Bryan Robson sebagai manajer hebat (faktanya: kini tidak jadi manajer).

Tentang wasit Alan Wiley
Kecepatan permainan dalam sepak bola membutuhkan wasit dalam kondisi prima. Itulah kodrat permainan ini. Lihat saja wasit di luar negeri yang seperti anjing penjagal. Tapi dia  (Wiley) tidak dalam kondisi sehat. Untuk menghukum pemain saja membutuhkan waktu 30 detik. Dia butuh istirahat. Ini kan sungguh konyol.

Tentang José Mourinho
Tentu saja dia pelatih yang memenuhi syarat. Apalagi saat kami bertemu untuk minum usai pertandingan, dia memanggil saya dengan sebutan "bos" dan "big man". Itu akan sangat membantu jika disertai dengan suguhan wine yang baik. Tapi nyatanya, dia menyguhkan saya penari yang buruk.

Tentang Rafael Benítez saat konferensi pers
Saya pikir dia itu pemarah. Dia seharusnya mengerti bahwa suatu saat akan merasa terganggu (dikecewakan) karena alasan tertentu. Mungkin Anda harus memutus "urat marahnya" agar dia mengerti bahwa perilakunya itu konyol.

Tentang apakah Liverpool jadi juara Liga Inggris 2007

Ah, Anda pasti bercanda. Memang saya seperti orang yang senang menderita? Bagaimana kalau (Liverpool) degradasi saja?

Tentang Old Trafford
Kerumunan sudah berakhir. Di luar sana sudah seperti pemakaman.

Tentang poster Carlos Tevez saat pindah ke Manchester City

Ini (Manchester) City kan? Mereka itu klub kecil, dengan mental tipis. Mereka hanya bisa menyebut Manchester United, dan mereka tidak bisa menghindar dari itu.

Tentang Manchester City lagi
Kadang-kadang Anda punya tetangga yang cerewet. Anda tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka selalu ribut. Cukup nyalakan televisi dengan volume suara yang lebih besar. 

Tentang permintaan transfer Wayne Rooney
Kadang-kadang Anda melihat sapi di ladang orang lebih baik dari yang Anda punya. Percayalah, cara memandang seperti itu tidak akan bermanfaat.

Tentang kepergian Cristiano Ronaldo ke Real Madrid

Anda pikir saya akan intervensi kontrak (Ronaldo dan Madrid) dengan membawa massa? Sama sekali tidak! Saya tidak akan menjual virus ke mereka. Tidak ada kesepakatan apa pun antar kedua klub.

Tentang titel juara Liga Inggris ke-19 untuk Manchester United

Ini makin jauh meninggalkan Liverpool. Jauh lebih penting status Manchester United sebagai tim terbaik di Inggris dari sisi banyaknya titel juara.

Tentang titel juara Liga Inggris ke-20
Lihat saya. Perlu 10 tahun untuk mengalahkan saya. (Title juara ini) sungguh hebat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar