Google+ Followers

Jumat, 17 Mei 2013

Perselisihan Sir Alex Dengan 13 Pemain Bintangnya

Selain dikenal sebagai pelatih hebat dengan segudang prestasi, Sir Alex Ferguson juga terkenal kerap berselisih dengan para pemain. Biasanya, pemain yang bertengkar ujung-ujungnya akan dijual. Berikut ini adalah daftar yang kami susun mengenai pemain yang pernah terlibat perselisihan dengan Sir Alex:

1. David Beckham
http://pontianak.tribunnews.com/foto/bank/images/SENYUM-BECKHAM-.jpg
Ini bisa dibilang pertengkaran terbesar yang pernah terjadi antara Sir Alex terhadap pemainnya. Hubungan Beckham dengan sang bos mulai tidak baik saat dirinya mengalami cedera di tahun 2002. Ketika pulih, Becks berpikir Sir Alex akan kembali memainkan Ole Gunnar (yang menggantikan Beckham saat cedera). Ternyata tidak.
Sir Alex juga tidak menyukai gaya hidup selebritas Beckham, terlebih setelah menikah dengan Victoria. Kedatangan Ruud Van Nistelrooy ke MU juga mulai menggeser lampu sorot buat Beckham. Hingga kemudian puncaknya adalah setelah kalah 1-0 dari Arsenal di Piala FA 2003. Kondisi di ruang ganti yang memanas membuat Sir Alex menendang sepatu yang kemudian mengarah ke Beckham. Pelipis kiri Bechkam pun terluka. Becks akhirnya pindah ke Real Madrid dengan transfer 25 juta pound.

2. Paul McGrath
http://paddypowerblog.files.wordpress.com/2012/03/blog_paul-mcgrath.jpg
Saat datang pertama kali ke MU tahun 1986, Ferguson sudah tidak menyukai kondisi kamar ganti United yang dianggapnya tidak sehat. Pemainnya terlalu banyak berpesta dan minum alkohol. Paul McGrath, kapten MU saat itu, dianggap sebagai pemimpin gaya hidup tidak sehat pemain MU. Dia pun langsung terlibat percekcokan dengan Sir Alex. Hari-hari awal Sir Alex pun tidak berlangsung mudah dengan kurangnya respek dari para pemain.
Perselisihan keduanya berujung pada kepindahan McGrath ke Aston Villa. Seperti apa pertengkaran mereka berdua, tidak pernah jelas.

3. Jaap Stam

http://media.viva.co.id/thumbs2/2010/04/28/88840_jaap_stam_663_382.jpg
Pemain nasional Belanda ini berselisih dengan Sir Alex setelah otobiografinya, “Head to Head”, terbit. Ada bagian dalam buku tersebut yang mengisahkan pendekatan ilegal Sir Alex kepada Stam. Sir Alex tidak pernah membaca buku itu tetapi membaca cuplikannya di koran. Tindakan ilegalnya adalah mendekati pemain secara langsung padahal seharusnya perlu berbicara lebih dulu kepada klubnya, PSV Eindhoven. Stam akhirnya dilego ke Lazio dan perannya digantikan Laurent Blanc.

4. Paul Ince

http://static.guim.co.uk/sys-images/Football/Pix/pictures/2008/10/03/InceAction.jpg
Pemain ini menganggap dirinya pemimpin di kamar ganti. Dia juga berpikir dirinya pemain terhebat. Fergie tidak suka sikap ini. “Saya sempat mengatakan, ketika seorang pemain sepak bola dalam kondisi puncaknya, dia merasa seakan-akan bisa memanjat gunung Everest dengan sandal. Seperti itulah Paul Ince,” kata Sir Alex.
Perselisihan keduanya semakin terasa setelah kalah 4-0 dari Barcelona. Ince lantas pergi ke Inter Milan di tahun 1995.

5. Gordon Strachan
http://www.sportsdirectnews.com/images/news/17115/660x0/manchester-united-are-a-juggernaut-strachan.jpg
Pelatih tim nasional Skotlandia ini pernah bermain untuk MU pada 1984-1989. Periode awal kepemimpinan Fergie dan merupakan masa-masa sulit yang penuh inkonsistensi. Strachan sendiri ketika itu tidak bermain terlalu bagus dan lebih sering duduk di bangku cadangan. 
Perselisihan tidak berakhir di tahun 1989. Dalam otobiografi Fergie, Strachan dianggap sebagai pemain yang sulit diberi kepercayaan. Strachan menjawabnya dengan berkata bahwa dia terkejut dan kecewa dengan penuturan Sir Alex.

6. Ruud Van Nistelrooy

http://i2.mirror.co.uk/incoming/article1285420.ece/ALTERNATES/s615/Ruud+van+Nistelrooy
Ruud Van Nistelrooy, yang bermain di 219 pertandingan dan mencetak 150 gol, tentu seorang pemain fantastis. Sayangnya di kemudian hari dirinya salah memilih lawan “berkelahi”. 
Semuanya berawal ketika dia mengatakan “Go and cry to your daddy!” kepada Cristiano Ronaldo yang ketika itu masih sangat muda. Yang dimaksud adalah Carlos Queiroz, lelaki asal Portugal yang membimbing Ronaldo dan merupakan figur ayah pengganti (ayah Ronaldo belum lama meninggal waktu itu). 
Sir Alex tidak suka sikap RvN yang tidak dewasa itu. RvN lantas duduk di bangku cadangan ketika final Piala Carling 2006 melawan Wigan Athletic dan lantas pergi ke Real Madrid di akhir musim.

7. Gabriel Heinze

http://i4.mirror.co.uk/incoming/article1240681.ece/ALTERNATES/s615/Gabriel+Heinze+of+Manchester+United
Salah satu cerita menarik. Perselisihan dimulai karena Heinze minta dijual ke Liverpool, rival abadi Setan Merah. Fergie yang tidak mau menjualnya ke Liverpool kemudian memindahkannya ke Real Madrid. Heinze kemudian mengakui bahwa apa yang terjadi saat itu karena dirinya memiliki kepribadian impulsif (menurutkan hati) dan berkemauan keras. Kalimat pengakuan itu terucap saat klubnya, Marseille, bertemu MU di Liga Champions pada Februari 2011.

8. Carlos Tevez

http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01318/carlos_tevez_1318855c.jpg
Setelah menjalani dua musim menawan dengan MU, Tevez berubah menjadi pengkhianat. Bermula ketika kontraknya berakhir di tahun 2009 dan Sir Alex enggan memperpanjang lantaran sudah memiliki Wayne Rooney dan Dimitar Berbatov. Para penggemar kecewa dengan hal itu tapi kemudian membela Fergie setelah Tevez memilih bergabung dengan Manchester City.
Manchester City kemudian membuat spanduk kontroversial “Welcome to Manchester”. Dan perselisihan pun semakin ketat antara dua klub bertetangga ini. “Kadang-kadang Anda punya tetangga yang cerewet. Anda tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka selalu ribut. Cukup nyalakan televisi dengan volume suara yang lebih besar,” ujar Sir Alex.
Tevez pernah membawa spanduk “Fergie RIP” yang menimbulkan protes keras dari berbagai kalangan.

9. Roy Keane
http://static.guim.co.uk/sys-images/Admin/BkFill/Default_image_group/2010/10/18/1287428753707/Roy-Keane-006.jpg
Perselisihan Roy Keane, pemain temperamental, dengan Sir Alex bermula dari kritiknya terhadap fasilitas selama tur pramusim. Setelah kalah 4-1 dari Middlesbrough, Sir Alex mengatakan Keane boleh pergi ke Celtic. November 2005, kontraknya diakhiri. Fergie saat itu juga tidak suka juga dengan kata-kata kasar Keane di MUTV yang menyerang rekan setim, Carlos Queiroz, dan tentu saja tentang bosnya.

10. Ryan Giggs
http://gibola.com/wp-content/uploads/2013/07/Ryan-Giggs-Foto.jpg
Tidak banyak yang menduga jika pemain ini pernah berselisih dengan Sir Alex. Perselisihan Giggsy dengan Fergie terjadi setelah Giggs tertangkap sedang berpesta bersama Lee Sharpe. Padahal saat itu MU sedang berjuang keras meraih juara bersaing dengan Leeds United. Giggs saat itu masih berusia 18 tahun, lantas dimarahi habis-habisan.
Tetapi Giggs tidak didepak dan 18 tahun kemudian, ia membawa klubnya meraih gelar juara liga ke-20.

11. Peter Schmeichel
http://www.dangcongsan.vn/cpv/Upload/News/2013/4/Tin%201%20office%2015042013.jpg
Penjaga gawang tinggi besar dari Denmark ini juga pernah berselisih dengan Sir Alex. Saat itu tahun 1995, Schmeichel berselisih di ruang ganti pemain setelah bermain buruk saat melawan Liverpool dan kebobolan tiga gol. Sir Alex memarahinya karena bermain buruk. Keduanya lantas adu mulut.
Esok harinya, Schmeichel dipanggil ke kantor dan diberitahu akan segera dijual. Schmeichel langsung meminta maaf dan bisa melanjutkan karirnya di Old Trafford. Empat tahun kemudian dia memimpin rekan-rekannya di final Liga Champions dan mengalahkan Bayern Muenchen dalam final dramatis yang berkesudahan 2-1.

12. Paul Scholes
http://static.guim.co.uk/sys-images/Sport/Pix/pictures/2010/8/25/1282762665354/Paul-Scholes-006.jpg
Paul Scholes bertengkar dengan Fergie pada November 2011 setelah menolak “bermain dengan anak-anak” di Worthington Cup di Arsenal pada November 2001. Tapi kemudian “dipaksa” bermain dalam laga testimonial di Barnsley, 24 jam kemudian. Beruntung, dirinya tetap bertahan di Old Trafford dan tetap menjadi tokoh kunci hingga hari ini.

13. Wayne Rooney
http://img.lensaindonesia.com/uploads/1/2013/03/13018-hi-res-158393986cropexact-mu-bakal-jual-rooney.jpg
Orang keempat yang berselisih dengan Sir Alex dan tetap bertahan di Old Trafford. Rooney berselisih setelah enggan menandatangani perpanjangan kontrak. Ia minta kenaikan gaji yang signifikan. Jika tidak dikabulkan dia akan hengkang ke mana pun, termasuk City atau Chelsea.
Akhirnya setelah beberapa waktu, permintaannya dikabulkan dan diberi kontrak 200 ribu pound per pekan. Setelah kesepakatan itu banyak yang bilang, Rooney adalah orang yang rakus, tetapi dia bukan seorang pengkhianat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar