Google+ Followers

Jumat, 07 Desember 2012

5 Perempuan Penjaga Penjara Nazi

Di dalam aksi peperangan yang terjadi dan tercatat di dalam sejarah dunia, kisah kepahlawanan dan kejahatan hampir didominasi oleh kaum lelaki dan hanya sedikit yang mengisahkan peran serta perempuan. Dan bahkan yang terjadi adalah sebaliknya, kaum perempuan dan anak-anak selalu menjadi korban dari peperangan. Meskipun demikian, kaum perempuan memiliki andil yang tidak sedikit bahkan tak ternilai. Terlepas dari sebab dan akibat perang, benar dan salah, yang  terjadi di dalam peristiwa peperangan adalah pengabdian terhadap negaranya.
Kembali mengulas Perang Dunia I dan II, pemerintah Nazi menggunakan tenaga dan pengabdian seorang perempuan Jerman untuk berperan serta dalam menjaga kamp Konsentrasi yang diisi oleh para tawanan dan tahanan perang baik dari kalangan militer maupun sipil. Berdasarkan sebuah keterangan terdapat 5.500 perempuan Jerman yang berperan serta dengan berbagai tugas di Kamp Konsentrasi. Berikut 5 Perempuan Penjaga Penjara Nazi:

1. Elisabeth Volkenrath

Setelah menjalani pelatihan di bawah pengawasan Dorothea Binz, Elisabeth Volkenrath kemudian ditugaskan untuk berdinas di Kamp Ravensbruck dan Auschwitz-Birkenau dan menjadi petugas senior di penjara popular Kamp Bergen-Belsen. Ia pun dikenal sebagai perempuan Jerman berdarah dingin, dengan banyak berpartisipasi dalam mengeksekusi para tahanan. Setelah perang usai melalui pengadilan internasional ia dikenai tuduhan melakukan kejahatan dan dinyatakan bersalah, kemudia di hukum mati.

2. Ruth Neudeck

Untuk kali pertama ditugaskan yakni pada 1944, bak roket terbakar langsung nama Ruth Neudeck menjadi popular di antara jajaran militer Nazi Jerman. Bahkan ia ditugaskan untuk memimpin sebuah penjara, salah satunya di sub-Kamp Ravensbruck.  Neudeck dikenal dengan kekejamannya, menurut kesaksian salah seorang bekas tahanan, Neudeck bahkan memotong leher para tahanan menggunakan ujung sekop yang tajam.

3. Maria Mandel

Sementara perempuan yang satu ini selalu berdinas dengan tugas yang berbeda di tiap penjara, sampai akhirnya ia dikenal sebagai salah satu komandan terkejam di Kamp Auschwitz-Birkenau. Setelah mengasah keefektifan dan efesiensi dalam mengeksekusi para tahanan, ia pun menyebarkan metode eksekusi tersebut ke kamp-kamp lainnya. Mandell dinyatakan bertanggung jawab atas kematian 500.000 tahanan, yang dilakukan pada 1942 dan 1945 ketika berdinas di Auschwitz. Bahkan beredar kabar bahwa ia bahkan memperlakukan tahanan Yahudi sebagai ‘peliharaannya’. Dan ketika telah bosan dengan ‘peliharaanya’ tersebut, ia akan mengeksekusi dengan membawanya ke kamar gas. Mandel bahkan membuat “Orchestra Perempuan Austscwitz’ yang akan tampil ketika dilakukan sebuah eksekusi, pemilihan dan pemindahan tahanan. Mandel dinyatakan bersalah dalam putusan pengadilan dan dieksekusi pada 24 Januari 1948.

4. Alice Orlowski

Tidak berbeda dengan sosok sebelumnya, Orlowski dikenal sebagai penjaga kamp konsentrasi yang kejam. Ia dikenal sebagai penjaga yang doyan menyiksa dengan pecutnya di bagian kedua mata para tahanan. Ia bahkan melemparkan para tahan anak-anak ke dalam kamar gas untuk dieksekusi, ketika sel-sel tahanan sudah dirasakan penuh.
Pada 1945 ketika peperangan akan berakhir, ia kemudian meubah perilakunya terhadap para tahanan. Bahkan selamat terjadi pemindahan para tahanan dari Auscwizt-Birkenau ke Lolau ia mencoba menenangkan para tahanan, bahkan tidur di lantai bersama mereka. Meskipun perilakuknya tersebut tidak dapat didebat (padahal sebelumnya ia sadis), Orloswski tidak mendapatkan hukuman mati seperti para petugas lainnya yang sadis. Ia dijatuhi hukuman selama 10 tahun, dan meinggal pada 1976 ketika menjalani persidangan kedua. Ia meninggal pada usia 73 tahun.

5. Wanda Klaff

Wanda Klaff dikabarkan petugas perempuan yang datang sedikit terlambat, pada 1944 ia bekerja di sebuah parbik selai kemudian keluar dan berdinas di Kamp Stutthoff hingga 1945. Di tahun yang sama ia kemudian ditangkap oleh petugas Polandia, diadili dan dijatuhi hukuman mati. Dan yang unik menarik dari perilakunya selama ditangkap dan diadili, ia selalu berkata:” aku sangat cerdas dan sangat berdedikasi terhadap pekerjaanku di Kamp. Setidaknya dua orang tahanan, aku eksekusi setiap harinya.”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar