Google+ Followers

Senin, 08 September 2014

6 Atlet Indonesia yang Mendunia

Indonesia pernah memiliki pamor di beberapa cabang olahraga dunia, utamanya bulu tangkis. Sehingga tak aneh jika banyak atlet badminton yang tenar di luar negeri. Namun di luar mereka, ada beberapa atlet dari cabang olahraga lain yang terkenal seantero dunia. Berikut enam atlet Indonesia yang namanya mendunia, berdasarkan penulusuran Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

1. Chris John
http://www.metrosiantar.com/wp-content/uploads/2012/11/13-11-12-25.jpg
Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John, adalah petinju Indonesia. Ia tercatat sebagai petinju Indonesia ketiga yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical dan Nico Thomas.

Pria kelahiran Jakarta, 14 September 1979 itu, memulai karier profesional di ring tinju pada 1998 dalam debut melawan Firman Kanda. Namanya kemudian melesat bagai meteor saat berhasil mengkanvaskan petinju idola saat itu, Muhammad Alfaridzi. Dalam pertandingan menegangkan selama 12 ronde, Chris John sempat terkena knockdown dua kali di ronde pertama. Tapi dia berhasil membalikkan situasi dengan memukul KO Alfaridzi pada ronde ke-12, sekaligus merebut gelar juara nasional kelas bulu.

Kesempatan emas bagi Chris John tiba saat menantang Oscar Leon dari Kolombia pada 26 September 2003, di Bali. Chris John menang angka tipis (split decision) dalam pertandingan 12 ronde tersebut, dan berhak menyandang gelar juara dunia WBA sementara (interim title).
Tak lama, WBA "menghibahkan" gelar juara definitif kepada Chris John. Itu ia terima saat juara bertahan Derrick Gainer, asal Amerika Serikat, kalah angka dari Juan Manuel Marquez (Meksiko, juara IBF). Sesuai peraturan badan tinju WBA, Marquez menjadi juara super WBA karena berhasil menyatukan dua gelar WBA dan IBF, dan Chris John sebagai juara reguler.

2. Ade Rai
http://www.inimetro.com/wp-content/uploads/2013/09/aderai.jpg
Ade Rai merupakan binaragawan asal Indonesia yang mendunia. Ia mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi di bidang binaraga. Bernama lengkap I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai, pria berbadan kekar itu lahir di Jakarta, 6 Mei 1970.

Ade Rai kecil sangat menyukai bermacam olahraga. Namun tubuhnya begitu kurus, hingga ia kurang pede saat bergaul. Kesukaan Ade Rai pada olahraga membuatnya menekuni bulutangkis. Tapi karena sibuk kuliah di Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Ade Rai terpaksa berhenti menepok bulu.

Ia kemudian menekuni olahraga binaraga karena ingin memiliki bentuk tubuh yang atletis, bukan kurus tinggi. Tekun berolahraga binaraga, membuat Ade memenangkan prestasi internasional dan menjadi Mr. Asia. Predikat itu ia terima bersamaan dengan hari kelulusan dari bangku kuliah.

Dengan bentuk tubuh yang semakin atletis dan kotak-kotak, Ade semakin getol ikut berbagai turnamen. Mulai skala lokal hingga internasional. Berbagai trofi pun ia sabet. Seperti gelar Juara Dunia Superbody Professional dan Musclemania Professional.

3. Yayuk Basuki
http://rimanews.com/images/bank/yayukPAN.jpg
Sri Rahayu Basuki atau Yayuk Basuki adalah pemain tenis Indonesia era 1990-an. Lahir di Yogyakarta, 30 November 1970, Yayuk memulai karier profesional pada 1990. Dan tahun berikutnya, ia menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai turnamen profesional.

Sepanjang karier, Yayuk berhasil memperoleh enam gelar tunggal Tour WTA dan sembilan gelar dari ganda. Prestasi terbaiknya dalam Turnamen Grand Slam adalah mencapai babak perempat final Wimbledon pada 1997. Ia pensiun dari karier profesional kala 2004, dengan peringkat tertinggi yang tercapai: posisi ke-19 untuk bagian tunggal dan kesembilan untuk bagian ganda.

4. Kurniawan Dwi Yulianto
http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/kurniawan-dwi-julianto-yulianto-kurus.jpg
Kurniawan Dwi Yulianto lahir di Magelang, Jawa, 13 Juli 1976. Pria yang akrab disapa Kurus ini adalah striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Karier gemilang Kurniawan dimulai saat terpilih mengikuti program Primavera, yakni pengiriman pemain untuk menimba ilmu di Eropa.

Pada usia 17 tahun, Kurus terpilih untuk masuk ke klub elit Italia, Sampdoria. Aksinya sempat memukau petinggi Sampdoria kala itu. Sehingga ia menjadi pesepak bola Indonesia yang ikut dalam tur keliling Eropa, bersama bintang ternama seperti Roberto Mancini dan David Platt. Bahkan ia mencetak gol spektakuler saat Sampdoria dijamu klub Slovakia, Slavian Bratislava.

Setelah berguru selama setahun di Italia, Kurniawan mencicipi bermain di klub papan atas Swiss, FC Luzern, sebagai striker utama. Pada 1996, ia kembali ke Indonesia dan sempat malang-melintang di sejumlah klub. Seperti Pelita Jaya, PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta.

Karier Kurniawan sempat meredup karena menggunakan narkoba pada 1999. Namun ia berhasil bangkit dari keterpurukannya. Sejak 1995-2006, Kurus membela tim Merah Putih dengan torehan 33 gol.


5. Irene Kharisma Sukandar
http://2.bp.blogspot.com/-AmK57Le4tP8/UIGZCj4XEHI/AAAAAAAAC_g/lsHsIumRX8I/s1600/7F8E5EC079349358E6E9789A8031EB.jpg
Lahir di Jakarta, 7 April 1992, Irene Kharisma Sukandar adalah Grand Master Catur Putri asal Indonesia. Irene mengenal catur sejak berusia tujuh tahun. Pada umur sembilan tahun, ia telah meraih gelar Master Percasi (MP). Setahun kemudian, Irene memperoleh gelar Master Nasional Wanita (MNW). Bahkan di 2004, ia berhasil merebut gelar Master FIDE Wanita (MFW) dalam Olimpiade Catur di Malorca, Spanyol.

Bukan saja itu. Ia pun meraih medali perak dalam pertarungan 864 peserta dari 107 negara. Selain itu, ia memboyong pelbagai macam gelar. Seperti Juara 3 Kelompok Umur (KU) 10 Kejuaraan Catur ASEAN di Singapura, 2002; Juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia, 2003; dua medali perak kala SEA Games Vietnam, 2003; peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani,2003; pun medali perak Olimpiade Catur Papan Tiga di Spanyol, 2003. Torehan kemenangan terus ia peroleh hingga berusia 14 tahun.

6. Lis Andriana
http://data.tribunnews.com/foto/berita/2012/10/9/lis1.jpg
Julukan superwoman memang pantas disematkan pada olahragawati satu ini. Bukan hanya karena ia biasa terbang, namun karena tangguhan menghadapi segala rintangan dan tantangan untuk mencapai juara. Lis belajar paralayang pertama kali pada 2006, ketika Kabupaten Kutai Barat mencari atlet paralayang untuk Pekan Olahraga Provinsi. Namun tak ada yang menyangka, kalau wanita kelahiran 1 April 1983 ini dulunya fobia ketinggian. Karena gigih, ia berhasil menaklukan ketakutannya.

Kala 2010 dan 2011, Lis pertama kali mengikuti kejuaraan dunia paralayang nomor ketepatan mendarat. Namun, ia tidak berhasil membawa medali. Sedangkan di 2012, ia meraih juara dunia setelah mengikuti empat seri yang berlangsung di Malaysia, Montenegro, Albania, dan seri terakhir di Jerman-Austria Selain itu, ia juga tercatat pernah mendulang empat emas dan dua perak saat ikut serta di Sea Games 2011.


Sumber : Yahoo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar