Google+ Followers

Minggu, 07 September 2014

5 Atlet Indonesia Ini Tewas Saat Berlaga

Penulis : Qidsy Cikal
Insiden yang menyebabkan atlet harus berpulang selamanya kadang terjadi ketika mereka tengah bertanding. Fenomena tersebut bukan hanya terjadi di luar negeri, beberapa atlet dalam negeri pun mengalami hal serupa. Berdasarkan penelusuran Plasadana.com untuk YahooI ndonesia setidaknya ada lima atlet yang tewas kala berlaga:

1. Eri Irianto
http://cdn.klimg.com/bola.net/library//upload/1/2013/07/eri-irianto_227d4b2.jpg
Gelandang yang terkenal dengan tendangan geledeknya itu meninggal di usia 26 tahun pada laga Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta, 3 April 2000. Eri terkena serangan jantung saat beraksi di Stadion Gelora 10 November.
Mengawali karier di Petrokimia Putra pada musim 1994-1995, Eri sempat bergabung dengan klub Malaysia Kuala Lumpur FA. Eri kemudian memperkuat dan membawa Persebaya menjadi runner-up Liga Indonesia 1998/1999. Eri tercatat memiliki caps 10 kali bersama Tim Nasional Indonesia dengan torehan tiga gol. Untuk menghormati kepergian Eri, Persebaya mengistirahatkan nomor punggung 19.

2. Jumadi Abdi
http://static.inilah.com/data/berita/spotlite/2010670-8.jpg
Jumadi Abdi merupakan pemain sepakbola yang membela PKT Bontang. Ia tewas kala bertanding melawan Persela Lamongan dalam laga Liga Super Indonesia ISL, Minggu, 15 Maret 2009. Tragedi itu berawal dari benturan Jumaidi dengan pemain Persela Lamongan, Denny Takras.
Dalam tabrakan itu, kaki Denny mengenai perut Jumadi. Membuat bekas pemain Pelita Jaya Jakarta itu tersungkur di lapangan. Jumadi menghembuskan nafas terakhirnya usai mendapatkan perawatan di Rumah Sakit PKT Bontang. Kepergian itu membuat rencana pernikahan Jumadi pada 5 April 2009 tak pernah terlaksana.

3. Tubagus Setia Sakti
http://beatsboxingmayhem.files.wordpress.com/2013/12/tubagus_sakti.gif
Tubagus Setia Sakti merupakan petinju asal Bandar Lampung. Ia tewas kala bertarung melawan petinju senior Ical Tobida di Kejuaraan Nasional Ad Interim versi Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), 26 Januari 2013. Awalnha pertarungan direncanakan berjalan 12 Ronde dan disiarkan secara langsung di TVRI. Namun ia meninggal usai ronde kedelapan, akibat pendarahan otak.
Promotor mengklaim sudah menjalani prosedur yang ditetapkan, mulai dari timbang badan dan cek kesehatan sehari menjelang pertandingan. Namun petinju muda tersebut tetap harus berpulang selama-lamanya.

4. Muslim
http://www.hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2011/05/karate.jpg
Muslim merupakan atlet muda karate asal Palu. Ia tewas saat mengikuti Kejuaraan Nasional Karate di Makassar, Sulawesi Selatan, 22 Mei 2011. Saat kejadian, Muslim masih duduk di bangku kelas satu SMA Negeri 1 Palu dan bertanding di partai final kategori junior 55 kilogram dalam Kejurnas Wadokai Karatedo Indonesia. Di sana, Muslim berhadapan dengan Winda Sutiyo, karateka asal Kalimantan Tengah.
Saat perpanjangan waktu karena keduanya mengumpulkan nilai sama, tiba-tiba Muslim terjatuh hingga tak sadarkan diri. Muslim pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun nyawanya tidak tertolong lagi. Muslim diduga tewas akibat kelelahan setelah bertanding empat kali dalam sehari.

5. Akli Fairuz
http://cdn.caughtoffside.com/wp-content/uploads/2014/05/Akli-Fairuz.jpg
Akli Fairuz merupakan pesepakbola yang membela Persiraja Banda Aceh. Penyerang berusia 27 tahun itu berpulang setelah tiga hari dirawat di rumah sakit dan menjalani operasi. Keadaan tersebut terjadi usai kontak fisik di pertandingan divisi utama antara Persiraja vs PSAP Sigli, saat Akli berebut bola dengan penjaga gawang PSAP, Agus.
Kaki Agus yang melayang menghantam perut Akli. Akibatnya usus Akli robek. Operasi dan penyelamatan yang dilakukan tim dokter RS Zainoel Abidin, Banda Aceh, tidak dapat menyelamatkan nyawanya.
Tragedi ini tak cuma menjadi buah bibir dalam negeri, juga menyorot perhatian media mancanegara. Kebanyakan pendapat mengkritik profesionalisme para pemain dalam mengikuti aturan dan bermain adil, seperti aturan kala berhadapan dengan penjaga gawang.


Sumber : Yahoo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar