Google+ Followers

Sabtu, 11 Oktober 2014

9 Rumah Yang Gak Mau Digusur

Sebuah rumah paku (Nail House) adalah neologisme Cina (suatu istilah baru) untuk hunian milik orang-orang yang menolak untuk memberikan ruang bagi pembangunan. Maka sebuah Istilah baru pun diciptakan oleh para pengembang, mengacu pada paku yang terjebak dalam kayu, dan tidak dapat ditumbuk turun dengan palu. Tahun-tahun belakangan ini, ‘rumah paku – rumah paku’ yang menantang ini sering diupload ke internet. Mereka adalah bukti simbolis dari “orang kecil” yang berdiri melawan paksaan pemerintah dan para pengembang.
Berikut adalah beberapa rumah paku seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com

1. Rumah Keluarga Wu, Chongqing, Cina

Keluarga wu adalah satu-satunya keluarga diantara 280 keluarga yang daerahnya akan dibangun pusat perbelanjaan enam lantai di Chongqing, menolak selama dua tahun untuk mengosongkan rumah keluarga mereka yang telah mereka huni selama tiga generasi. Pengembang memotong pasokan listrik dan air, dan menggali lubang sedalam 10 meter (33ft) di sekitar rumah mereka. Pemilik masuk ke lokasi konstruksi, menduduki kembali, dan mengibarkan bendera China di atas rumah mereka.

Yang Wu, seorang juara seni bela diri lokal, menggunakan nunchakus untuk membuat tangga ke rumah mereka, dan mengancam untuk mengalahkan setiap aparat yang berusaha untuk mengusir dia. Istrinya, seorang pemilik restoran bernama Wu Ping yang telah merencanakan untuk membuka sebuah restoran di lantai dasar rumah itu, membuat wawancara dan siaran pers untuk menghasilkan publisitas. Pemilik menolak tawaran sebesar 3,5 juta yuan (US $ 453.000), tapi akhirnya mencapai kesepakatan dengan pengembang pada tahun 2007.

Pada tanggal 4 April 2007, rumah di sentral Chongqing ini dihancurkan dan Wu beserta keluarganya menerima penyelesaian satu juta yuan ditambah apartemen baru yang mewah.

2. Rumah di Wenling, Cina

Istilah rumah paku menjadi semakin terkenal setelah munculnya foto rumah di tengah jalan yang baru dibangun di Wenling, Provinsi Zhejiang. Pasangan tua menolak untuk menjual properti untuk harga yang ditawarkan oleh pemerintah sejak tahun 2001.
Akhirnya jalan raya dua jalur menuju ke stasiun kereta api, dibangun di sekitar rumah. Gambar rumah itu beredar di Internet dan dipublikasikan secara luas oleh media China. Properti dibongkar pada bulan Desember 2012 setelah pemilik menerima tawaran kompensasi senilai $ 41.000.

3. Rumah Paku Kunming, Cina

Pada tanggal 28 Oktober 2010, pengembang menggali parit di sekitar rumah Zhao di Zhaojiadui, Kunming dan hujan yang datang setelahnya telah mengisi lubang tersebut dengan air, menciptakan parit yang membuat Zhao terpaksa harus menyeberang untuk pergi atau kembali ke rumahnya.
Ketika ditanya mengapa dia tidak pindah, Zhao mengatakan bahwa rumahnya dibangun di atas tanah milik pribadinya, namun pengembang akan memberikan kompensasi sesuai dengan standar kepemilikan tanah secara komunal yang nilainya jauh lebih rendah. Jadi, ia dan keluarganya tidak menandatangani perjanjian. Dia terus tinggal di apartemen dengan istri dan ibunya yang berusia 83 tahun karena semua bangunan lain di kompleks itu sudah dihancurkan, membuat gedung itu sendirian di sebuah hamparan lahan terbuka.

4. Rumah Paku di Yongji Street, Jinhua, Cina

Yongji Street terkenal di kota Jinhua dan sekitarnya, karena disana ada sebuah rumah yang terletak di tengah jalan raya. Bangunan tiga lantai ini berdiri di bahu jalan, dengan tanaman-tanaman sayuran disekitarnya, mempersempit jalan dari empat jalur menjadi dua jalur. Pemilik rumah ini adalah Yao Buqing 57 tahun. Rumahnya berdiri sebagai paku di jalan selama 5 tahun.

5. Rumah Edith Macefield, Seattle, USA

Edith Macefield mencapai ketenaran di seluruh dunia pada tahun 2006 ketika ia keras kepala menolak US $ 1 juta untuk menjual rumahnya, untuk membuat jalan bagi pengembangan komersial di lingkungan Ballard Seattle. Dalam prosesnya, ia menjadi seorang pahlawan di mata rakyat. Namun, proyek lima lantai dibangun disekeliling rumah pertanian nya yang berusia 108 tahun, di mana dia meninggal pada usia 86.
Setelah kematiannya, terungkap bahwa Macefield mewariskan rumahnya untuk seorang pengawas konstruksi bangunan baru tersebut, yang bernama Barry Martin, karena rasa senangnya atas persahabatan yang telah Barry tunjukkan kepadanya selama konstruksi. Pada bulan Juli 2009 Barry Martin menjual rumah itu kepada Greg Pinneo sebesar $ 310.000. Greg Pinneo berniat untuk menggunakan rumah sebagai kantor untuk menjalankan firma real estate nya.

6. Rumah Austin Spriggs, Washington DC, USA

Pada tahun 2006, Austin Spriggs dengan senang hati tinggal di sebuah rumah yang akan segera menjadi duri di sisi pengembang lokal. Seperti duri yang nyata, Mr Spriggs ditawarkan lebih dari $ 3juta untuk rumahnya di tahun 2008 walaupun rumah itu sebelumnya hanya bernilai sekitar $ 200ribu.
Tak perlu dikatakan, ia menolak mentah-mentah tawaran itu dan bahkan kemudian ia mengambil pinjaman untuk mengubah rumahnya menjadi warung pizza. Seperti yang Anda lihat, bangunan ini benar-benar dikerdilkan oleh perkembangan sekitarnya.

7. Rumah Paku dekat Stasiun Kereta Api di Shenzhen, Cina

Gedung ini terletak di depan Stasiun Kereta Api Shenzhen Utara. Pemilik bangunan bertingkat tujuh ini telah menolak tawaran sebesar 20 juta yen (US $ 3,2 juta) untuk pindah. Tawaran itu ditolak pada tahun 2011, dan bangunan masih berdiri di lapangan hijau.

8. Rumah Paku di Changsha, Cina

Sebuah rumah paku tetap berdiri di Changsha, bahkan setelah pusat perbelanjaan dibangun di sekitarnya, dan sekarang rumah itu berdiri di halaman mall.

Rumah bobrok ini duduk di depan pusat perbelanjaan yang relatif terlihat modern dan kontras antara dua bangunan sangat mencolok. Rumah berdiri di tempat ini sejak tahun 2007.

9. Rumah Paku di Shenzhen, Cina

Pada tahun 2006, Cai Zhuxiang dan Zhang Lianhao, pemilik dari bangunan 7 lantai di Distrik Luohu, Shenzhen, didekati oleh pengembang lokal yang memiliki misi untuk mengubah daerah ini menjadi finansial centre yang sangat menguntungkan.

Seperti yang dapat Anda lihat dari foto, pasangan itu menolak dan bangunan tua mereka dan tanah di bawahnya menjadi fokus dari sebuah perang penawaran. Akhirnya pengembang membuat tawaran yang tidak bisa mereka tolak dan tahun 2007 pasangan itu membawa barang-barang mereka dan pindah. Meskipun besarnya nilai penawaran terakhir itu belum dikonfirmasi, diperkirakan pasangan tersebut menerima antara ¥ 10-20juta (lebih dari US $1 juta).


Sumber : Terselubung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar