Google+ Followers

Selasa, 03 Mei 2016

Data & Fakta Jane Jacobs Pakar Studi Urban di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/jane-jacobss-100th-birthday-5122456077467648-hp.png

Jane Jacobs, pakar studi urban terkemuka, dirayakan ulang tahun ke-100-nya oleh Google Doodle hari ini. Perempuan kelahiran 4 Mei 1916 ini memiliki pengaruh besar, terutama melalui bukunya, The Death and Life of Great American Cities yang dirilis pada 1961. Sepanjang hidupnya, Jane Jacobs juga dikenal sebagai wartawan dan aktivis.

Ketika kita membuka halaman utama Google hari ini Rabu, 4 Mei 2016, mata pasti tertumbuk pada doodle unik yang menggambarkan tata kota yang rapi, dengan sosok perempuan berambut abu-abu dan kacamata biru. Dia adalah Jane Jacobs, yang lahir dengan nama Jane Butzer di Scranton, Pennsylavnia, 4 Mei tepat 100 tahun lalu.

http://a5.files.biography.com/image/upload/c_fit,cs_srgb,dpr_1.0,h_1200,q_80,w_1200/MTE5NTU2MzE2MjU3MjI0MjAz.jpg
Fakta pertama, Jane Jacobs tidak memiliki gelar sarjana atau pelatihan formal yang berkaitan dengan tata kota. Saat berkuliah di Columbia University untuk School of General Studies (Studi Umum), Jane mengambil minat di bidang geologi, zoologi, hukum, ilmu politik, dan ekonomi. Meskipun demikian, hal ini tidak mengurangi kemampuan Jane dalam bidang tata kota yang didalaminya kelak.

Fakta kedua, buku The Death and Life of Great American Cities hanyalah salah satu dari beberapa buku yang ditulis oleh Jane Jacobs. Yang lain adalah The Economy of Cities (1969), The Question of Separatism: Quebec and the Struggle over Sovereignty (1980), Cities and the Wealth of Nations (1984), dan Dark Age Ahead (2004). Jane juga sempat menulis buku anak The Girl on the Hat (1990).

Fakta ketiga, buku The Death and Life of Great American Cities ditulis oleh Jane Jacobs sebagai kritik atas kebijakan urban planning Amerika Serikat di dekade 1950-an. Jane menitikberatkan bahwa ternyata pembaharuan perkotaan yang dicanangkan AS kala itu, tidak menghormati kebutuhan utama penghuni kota.

Fakta keempat, Jane Jacobs adalah  pencetus gerakan akar rumput yang bertujuan penentang penggusuran diGreenwich Village, New York City. Perjuangan Jane sempat berbuah buruk, kala ia mesti dipenjara pada 10 April 1968 karena dituduh menjadi provokator kerusuhan dan menghalangi administrasi publik. Namun, hal tersebut tak pernah mematahkan semangat Jane untuk mencari bentuk yang ‘lebih manusiawi’ dari tata kota.


Sumber : Sidomi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar