Google+ Followers

Kamis, 07 April 2016

Ulang Tahun ke-96 Pandit Ravi Shankar Sang Raja Sitar di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/pandit-ravi-shankars-96th-birthday-6265541272535040-hp.jpg

Ulang tahun ke-96 Pandit Ravi Shankar sang raja sitar dirayakan di Google hari ini Kamis, 7 April 2016. Sepanjang hidupnya, Ravi Shanktar kmusisi kenamaan India ini, telah memperkenalkan instrumen musik klasik India, terutama sitar, ke dunia musik Barat. Ia tidak hanya merilis banyak album studio dan album live, tetapi juga terlibat dalam music score dalam film terkenal, seperti Gandhi (1982).

Saat Anda berkunjung ke Google doodle hari ini, maka Anda akan menemukan  sebentuk alat musik mirip gitar yang dilatarbelakangi ornamen daun. Alat musik tersebutlah yang disebut sitar. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik, dan dominan digunakan untuk musik klasik Hindustan. Tampilan sitar tersebut sangat berkaitan dengan Ravi Shankar, sosok luar biasa yang membuat dunia tersedot ke dalam musik India pada 1960-an dan 1970-an.

Lahir di Benares pada 7 April 1920, Ravi Shankar tumbuh dan berkembang untuk menyelami musik. Di usia 25 tahun, ia sudah membuat komposisi ulang untuk lagu populer, Sare Jana Se Accha. Tahun demi tahun berlalu, pengalamannya bertambah dengan menjadi music director untuk beberapa film India, yang akhirnya melambungkan nama Shankar tinggi-tinggi.

http://static.dnaindia.com/sites/default/files/2014/04/07/225239-ravi-shankar.jpg
Karier internasional Shankar akirnya tiba pada 1956. Ketika itu ia tampil di Inggris Raya, Jerman, dan Amerika Serikat. Dua tahun kemudian Shankar berpartisipasi dalam 10 tahun berdirinya PBB dan festival musik UNESCO di Paris. Pengaruhnya ke seluruh dunia terus berlanjut, entah sebagai ‘guru musik‘ atau juga pencipta lagu. Salah satu yang paling istimewa adalah hubungannya dengan George Harrision, gitaris The Beatles yang semakin membuat namanya meroket.

Ravi Shankar berpulang pada 11 Desember 2012 di usia 92 tahun. Berbagai karyanya terus menghiasi dunia musik internasional, dan meraup berbagai penghargaan. Kata mutiaranya yang terindah adalah, “Musik yang saya pelajari dan ingin saya bagi, ibarat menembah Tuhan. Musik, benar-benar seperti doa.”


Sumber : Sidomi

1 komentar: