Rabu, 01 September 2010

lima buah pelajaran berharga

Pelajaran Penting ke-1:

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang profesor memberikan quiz

mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua

kuliah-kuliahnya,saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai

pada soal yang terakhir. Isi soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan

wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ? Saya yakin soal ini cuma

"bercanda". Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap

dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya...?

Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal

terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada

Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak.. "Tentu

Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan

ke temu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan

pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas

"hallo"! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama

depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".



Pelajaran Penting ke-2 -- Penumpang yang Kehujanan:

Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi

yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak

mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti

badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin

menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan

setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda

bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini

tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu.

Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suat u tempat,

untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi.

Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang

alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si

pemuda.



7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk

seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah

televisi set besar berwarna (1960-an!) khusus dikirim

kerumahnya.Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya

adalah :"Terima kasih nak, karena membantuku di jalan tol malam itu.

Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda

datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat

untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya".

Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu

pada saat itu" Tertanda Ny.Nat King Cole. *Catatan : Nat King Cole,

adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA



Pelajaran penting ke-3, Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang

anda layani. Di zaman es krim khusus (ice cream sundae) masih murah,

seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan

duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air

putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,... harga satu

ice cream sundae?" katanya. "50 sen..." balas si pelayan. Si anak

kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari

koin-koin di kantongnya.... "Wah... Kalau ice cream yang biasa saja

berapa?" katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di

meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar.

"35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai

menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.

"Bu... saya pesan yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya. Sang pelayan

kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kwitansi di atas

meja dan terus melengos berjalan.. Si anak ini kemudian makan ice-cream,

bayar di kasir, dan pergi.



Ketika si pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak

kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring

kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda

bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena

tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak"

.......



Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan

Pada jaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan

sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian

bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu

dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba di

tempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang

datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan

dari rintangan.Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan

dengan menyingkirkan batu itu. Kemudian datanglah seorang petani, yang

menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini

kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu ke

pinggir jalan.



Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil

menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali

sayurnya, ternyata di tempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak

uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya

untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan. Petani ini

kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti.

Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa

dipakai untuk memperbaiki hidup kita.



Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan.

Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah

rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama

Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang.

Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang

berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama.

Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.

Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke

anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada

kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar,

sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan

melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".



Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat

tidur,di samping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi wajah

si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke

dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah

saya akan langsung mati dokter... ?" Rupanya si kecil sedikit salah

pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk

menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap

adalah segalanya....



Bagilah pengalaman anda yang dapat memberikan hal2 positif bagi siapa

saja. Memberi lebih baik daripada menerima. Bekerjalah seolah anda tidak

memerlukan uang, Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan,

Menari dan menyanyilah seolah tidak ada yang menonton..



Dalam gelapnya malam, kita justru dapat melihat indah nya bintang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar