Jumat, 08 Maret 2013

10 Orang Paling Bertanggung Jawab Atas Resesi Dunia

KRISIS keuangan global telah menjadi sebuah epik dramatis. Para analis memperkirakan krisis kali ini bahkan akan menjadi lebih buruk daripada The Great Depression tahun 1930 silam.
Lantas, siapa yang bertanggung jawab?
Semua kekacauan ekonomi ini bukan sesuatu yang tanpa sebab dan terjadi begitu saja. Inilah 10 orang yang kiranya menjadi biang keladi keterpurukan ekonomi dunia.

1. Dick Fuld
http://investorplace.com/wp-content/uploads/2012/02/dick-fuld.jpg
Fuld adalah multijutawan AS. Ia berumur 64 tahun dan merupakan CEO Lehman Brothers yang kini bangkrut September dua tahun lalu. Dia dijuluki sebagai “Lelaki Paling Mengerikan di Wall Street”. Tahun 2006, ia dinobatkan sebagai “America’s top chief executive”. Dosanya yang paling besar adalah ketika Lehman mempunyai utang berlimpah, ia meninggalkan perusahaan itu begitu saja. Matinya Lehman adalah pemicu fase tak terkendali akan kredit yang kedua kalinya, dan merupakan fondasi dari resesi ekonomi dunia.

2. Hank Paulson
http://www.benzinga.com/files/henry-paulson-10-1-08.jpg
Jika Dick Fuld bertanggung jawab atas kolapsnya Lehman Brothers, maka Henry Poulsen, mantan Sekretaris Keuangan AS, adalah orang yang merealisasikannya. Anatole Kaletsy dari The Time mengatakan “Perbankan global sekarang bisa diibaratkan seperti peluru di kepala. Langkah Departemen Keuangan AS yang mencoba untuk menstabilkan ekonomi dunia selalu dengan cara menginvestasikan bank di Wall Street, dan selalu saja Lehman yang menjadi pilihan pemerintah, dengan alasan ‘Lehman terlalu besar untuk jatuh’. Dengan terus mendengungkan ini, Henry Paulson telah menyebabkan ledakan besar di semua bank berpengaruh di dunia. Ia juga membuat kepercayaan konsumen dan bisnis merosot dalam dua bulan terakhir.”
Hank tidak saja membuat Lehman jatuh. Dia juga membidani kesalahan langkah dalam perusahaan itu. Dia lah yang menganjurkan ide menggelontorkan dana 700 milyar poundstreling untuk perbaikan sistem perbankan. Celakanya, menurut Forbes.com, situs resmi keuangan AS, Paulsen tidak mendasarinya dengan data poin yang akurat. “Ia hanya sekadar menyebutkan angka yang besar!”

3. Alan Greenspan
http://foreignpolicyblogs.com/wp-content/uploads/greenspan2.jpg
Alan Greenspan adalah Bendahara AS, jadi jelas semua mismanajemen ekonomi AS merupakan langkah-langkahnya. Dia bertanggung jawab memotong bunga bank di AS sampai nol setelah kejadian 11 September, dan ia juga membanjiri AS dengan uang tunai dan murah.
Oktober 2010 Greenspan bersuara, “Saya telah berbuat kesalahan dalam memprediksikan perbankan.” Allan Meltzer, seorang profesor ekonomi politik di Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh mengomentari, “Greenspan membuka kartu kredit bagai banjir air bah.”

4. John Tiner/Hector Sants
http://cdn.citywirecontent.co.uk/images/2011/07/08/507015-System__Resources__Image-554244.jpg
Tiner adalah Kepala Pelayanan Keuangan (FSA) Inggris. FSA gagal mengawasi Northern Rock, bank terbesar di Newcastle, Inggris. Kegagalannya sangat sistematik, dan sekarang bank ini menjadi tergantung pada aliran dana bank di sekelilingnya.

5. Fred “the shred” Goodwin
http://www.thesundaytimes.co.uk/sto/multimedia/dynamic/00166/Fred-1024_166947k.jpg
Dia disebut sebagai “Banker Terburuk Sedunia”. Goodwin adalah yang menyebabkan Royal Bank of Scotland (RBS), bank terbesar kedua di Inggris, bangkrut. Setiap pekan, RBS rugi 28 milyar poundsterling, jumlah paling besar dalam sejarah korporasi Inggris Raya. Januari 2010, pajak di negeri itu meningkat dari 58 % menjadi 70%.
Fred bergabung dengan RBS sejak tahun 2000 dan ia sudah mengakuisisi 26 bank dengan total dana lebih dari 35 milyar poundsterling. Ia digaji sebesar 2,1 juta poundsterling setahunnya, tertinggi dibanding gaji presiden bank manapun. Tahun 2007, gajinya meningkat menjadi 2,86 juta poundsterling. Oktober 2008, ia dengan cuek meninggalkan banknya itu dalam situasi yang parah.

6. Gordon Brown
http://johnault.files.wordpress.com/2009/11/gordon-brown.jpg
Brown, tampaknya sudah memprediksikan krisis ekonomi dunia sepuluh tahun yang lalu, ketika ia berceramah di hadapan mahasiswa Harvard. Brown adalah Kanselir Penukaran Mata Uang di Inggris. Ia menyebabkan inflasi harga perumahan di Inggris dan juga menyebarkan kemudahan dan booming kartu kredit.
George Osbourne, Kanselir Bayangan Inggris, mengatakan, “Inggris menjadi negara yang lebih payah daripada AS, karena tidak punya persiapan apa-apa dalam menghadapi krisis. Dan reputasi kita begini terpuruknya hanya karena seseorang yang dengan mudah mendirikan bank retail.” Dan orang yang dimaksud oleh Osborne adalah Brown.

7. George Bush
http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01239/george-bush_1239113c.jpg
Mantan Presiden AS ini ibaratnya lempar batu sembunyi tangan. Dia lah yang pertama kali menyebabkan bencana ekonomi di dunia. Dalam pidato terakhirnya ia menyalahkan para banker di New York. “Wall Street sedang teler. Kapan mereka akan sadar dari mabuknya?”

8. Kathleen Corbet
http://www.ncadvertiser.com/wp-content/uploads/2012/09/new-canaan-kathleen-corbet.jpg
Satu-satunya perempuan dalam daftar hitam ini. Dia adalah orang yang memboomingkan perumahan. Corbert adalah kepala agen perumahan terkenal, Standars & Poors, dan ia berhenti tahun 2007 setelah digempur kritik habis-habisan.

9. “Hank” Greenberg
http://assets.rollingstone.com/assets/images/blog_entry/1000x600/20130109-hank-x600-1357746731.jpg
Hank yang lain, namun yang ini adalah Direktur AIG, perusahaan asuransi raksasa yang ditanggulangi dana bailout oleh pemerintah AS sebesar 47 milyar poundsterling, beberapa saat setelah Lehman Brothers terkapar. Hawk memimpin AIG dari tahun 1967.

10. Angelo Mozilo
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh77iX8vtbDizZvX-1IF80kso6MMIpb1mlrMXo2dLjViJvhAP2Y9lGUFvZC74QylEYG7w2nRhRJmwAVegMvZ01WcoiYAj5YdXg_pPNbF0eOHnXA00TmWvoGZi__-ed45t4gycKbzTzeFAY/s1600/Angelo+Mozilo.jpg
Mozilo adalah kepala rentenir perusahaan gadai terbesar di AS, Countrywide. Dia digaji sampai 470 juta poundsterling dalam setahun. Mozilo menjadi salah satu orang yang menyebarkan booming kartu kredit di AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar