Sabtu, 22 Oktober 2016

10 Kota Bersejarah yang Tak Pernah Dikenalkan di Sekolah

Di sekolah kita pernah dikenalkan kota-kota bersejarah, kota-kota kuno seperti Machu Picchu, Angkor Wat, Agra dan lainnya.  Namun ternyata lebih banyak kota-kota bersejarah yang baru kita ketahui lewat majalah traveling atau dari internet. Kota-kota yang telah berusia ribuan tahun itu tentu sangat menarik, tidak sekedar untuk dikenali namun juga diagendakan untuk dikunjungi.
Beberapa kota itu antara lain:

1. Carthage
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/84/Ruines_de_Carthage.jpg
Carthage, lokasi kota ini sekarang berada di Tunisia. Kota ini dibangun oleh bangsa Fenesia pada milennium pertama sebelum masehi.  Kota yang berada di tepi pantai ini begitu cepat berkembang sampai akhirnya Romawi menyerangnya.  Carthage berhasil dilumpuhkan setelah kotanya dibakar dan warganya dibantai dan dijadikan budak. Romawi membangun kembali kota ini, sampai akhirnya Carthage dikuasai muslim .

2. Ciudad Perdida

Kota ini sampai sekarang dikenal dengan nama "Lost City" namun secara misterius di Kolombia Sierra Nevada juga dikenal sebagai Teyuna dan Buritaca. Kota ini didirikan pada tahun 800 Masehi. Artinya peradaban kota ini lebih muda dibanding kota Inca dari Machu Picchu. Sampai tahun 1972 kota ini baru ditemukan kembali. Ciudad Perdida dulunya adalah pusat kota yang dibangun oleh orang-orang pribumi Tairona. Nampak banyak fitur bangunan seperti teras, kisi jalan dan plasa-plasa yang melingkar ada di sini.

3. Troy

Selama ini mungkin Anda mengenal lewat film, namun kota ini benar-benar ada. Lokasinya terletak di sudut barat laut Turki. Kota ini berisi banyak lapisan arkeologi yang menunjukkan bahwa di tempat ini terdapat banyak budaya yang berbeda. Sayang Perang Troya terjadi di Troy pada pertengahan sampai akhir abad ke-13 SM memporak-porandakan kota ini.

4. Skara Brae

Kota ini berada di kepulauan Orkney di Skotlandia. Peradaban Neolitik warga di sini diperikirakan lebih tua dibanding Piramida Agung di Mesir dan Stonehenge di Inggris. Kota ini terkubur selama ribuan tahun sampai tahun 1850. Skara Brae dihuni sekitar 3180-2500 SM, namun karena cuaca yang semakin dingin, pelan-pelan penduduknya meninggalkannya.

5. Caral

Seperti tampak dalam foto ini, kota Caral terlihat seperti tidak lebih dari kelanjutan dari lanskap Peru yang gersang. Namun sebenarnya kota ini adalah sisa-sisa dari salah satu kota terbesar warga Norte Chico. Kota ini dianggap sebagai salah satu pusat perkotaan tertua di Amerika. Kota ini dulunya diperkirakan dihuni oleh 3.000 orang. 

6. Taxila

Kota yang teletak di barat laut Pakistan ini telah mengalami sejumlah perubahan budaya. Kota kuno ini pertama kali ditaklukkan oleh raja Persia Darius Agung pada tahun 518 SM. Sekitar 200 tahun kemudian kota ini dikuasai bangsa Yunani dibawah pemerintahan Alexander Agung.
Setelah mengalami beberap kali perang, sampai akhirnya kota ini menjadi pusat agama Buddha.

 7. Timgad

Kota yang berada di Aljazair ini didirikan oleh Kaisar Trajan di sekitar 100 CE untuk menghormati orang tua dan kakak perempuannya. Seperti tampak dalam foto, reruntuhan ini adalah perencanaan jaringan yang digunakan di kota-kota Romawi yang masih digunakan sampai sekarang.

Kota ini mengalami kedamaian 400 tahun sampai akhirnya ditaklukkan oleh orang-orang Arab. Setelah itu kota ini kosong perlahan-lahan ditelan pasir sampai ditemukan kembali pada tahun 1881.

8. Hatra

Kota yang berada di Irak ini adalah ibukota pertama Kerajaan Arab. Kota ini terkenal dengan dinding-dinding kotanya yang tebal dan tinggi yang membantunya menahan serangan bangsa Roma. Hatra berkembang sebagai pusat perdagangan dan agama di bawah Partia, namun akhirnya dihancurkan oleh Sassanid Iran.
Arsitektur kota ini terinspirasi dari Yunani, Romawi dan pengaruh Timur.

9. Sanchi

Konon kota ini dibangun selama lebih dari seribu tahun, dimulai pada abad ketiga sebelum masehi dan berakhir pada tahun 1200-an. Lalu seiring dengan perkembangan agama Budha yang menurun di India, kota ini perlahan-lahan ditinggalkan. Pada tahun 1818, seorang perwira Inggris menemukan kembali kota bersejarah ini.

10. Sukhothai

Sukhothai berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya "cahaya kebahagiaan". Kota yang berupa sebuah kompleks candi ini menjadi ibukota Kekaisaran Thai sekitar 140 tahun.  Saat ini kota tua ini banyak dikunjungi para wisatawan. Pada tahun 2014, 193 candi telah digali dan ditemukan kembali.


Sumber : Yahoo

10 Kota 'Mitos' yang Hilang Ribuan Tahun, Kini Muncul Kembali

Kisah Atlantis merupakan suatu kisah paling terkenal tentang kota yang hilang. Kota itu disebut-sebut ditelan lautan dan hilang selamanya.
Namun demikian, kisah Atlantis bukanlah satu-satunya karena beberapa budaya lain juga memiliki legenda serupa tentang kawasan luas atau kota yang raib ditelan gelombang, terkubur tanah dan pasir, atau ditelan hutan belantara.

Dikutip dari Ancient Origins pada Jumat (21/10/2016), kebanyakan kota-kota itu tidak pernah ditemukan lagi. Tapi, ada beberapa kasus kota purba yang hilang dan tadinya hanya dianggap mitos dan legenda, namun ditemukan lagi.
Dengan temuan-temuan itu, ada dugaan bahwa sebenarnya masih banyak lagi kota-kota yang hilang masih akan ditemukan di masa depan.
Berikut ini adalah 10 kota yang hilang, namun ditemukan kembali:

1. Pilar-pilar Iram, 'Atlantis Gurun Pasir'
 
(Sumber Ancient Origins) 
Atlantis Padang Pasir adalah kota, suku, atau daerah yang hilang dan pernah tertera dalam Alquran. Ia dikenal juga sebagai Pilar-pilar Iram. Dalam Al Quran, Iram disebut memiliki bangunan-bangunan megah dan dihuni oleh penduduk kaum Ad.
Karena mereka berpaling dari Allah, Nabi Hud diutus untuk memperingatkan mereka agar kembali menyembah dan taat kepada Allah. Warga Iram bereaksi secara bermusuhan dan tidak mendengarkan kata-kata Hud.
Akibatnya, legenda menyebutkan bahwa Ad dihukum dan badai pasir melingkupi kota itu selama 7 hari dan 7 malam. Akhirnya, Iram lenyap terkubur di bawah pasir, seakan tidak pernah ada.
Pada awal 1990-an, suatu tim di bawah pimpinan seorang arkeolog amatir sekaligus pembuat film bernama Nicholas Clapp mengumumkan telah menemukan kota purba bernama Ubar yang kemudian diidentifikasi sebagai Pilar-pilar Iram.
Temuan itu dimungkinkan dengan menggunakan satelit pencitraan jarak jauh milik NASA, radar penembus tanah, data program Landsat, dan sejumlah gambar dari wahana ulang-alik Challenger.
Semuat itu memungkinkan tim untuk mengenali rute-rute purba perdagangan onta dan titik-titik persilangan rute-rute itu. Salah satu titik persilangan itu dekat dengan sumber air terkenal di Shisr, provinsi Dhofar, Oman.
Ketika ekskavasi dilakukan di situs itu, terkuak benteng segi delapan dengan tembok-tembok tinggi dan menara-menara yang menjulang. Tim mengumumkan mereka telah menemukan Pilar-pilar Iram yang legendaris.
Masih ada keraguan bahwa Ubar dan Iram merupakan satu kota yang sama, tapi diduga kisah Iram sebenarnya terinspirasi oleh kisah kota Ubar dan seiring berjalannya waktu disesuaikan untuk membawa pesan agar taat kepada Allah.

2. Kota Helike yang Hilang

(Sumber Ancient Origins) 
Kota purba legendaris Helike terletak di Achaea, di barat laut semenanjung Peloponnesia. Pada masa jayanya, kota itu paling terkemuka di antara Liga Achaea pertama, yaitu konfederasi 12 kota di kawasan tersebut.
Karena posisinya, Helike merupakan pusat penting untuk ekonomi, budaya dan agama. Dewa pelindung Helike adalah Poseidon, dewa Yunani untuk laut dan gempa bumi. Hal ini tidak mengagetkan karena posisi Helike di salah satu kawasan paling rawan gempa di Eropa.
Suatua malam saat musim dingin 373 SM, kota Helike binasa. Ada sejumlah catatan tentang musnahnya kota itu, misalnya penampakan 'tiang-tiang besar yang membara' dan migrasi besar-besaran hewan-hewankecil dari pantai ke pegunungan beberapa hari sebelum bencana
Sebuah gempa besar diikuti dengan tsunami besar dari Teluk Korinth menyapu kota Helika dari permukaan Bumi. Regu penolong yang datang belakangan tidak menemukan ada yang selamat. Perlahan-lahan, lokasi Helike raib.
Di awal Abad ke-19, beredarlah beberapa spekulasi tentang situs sebenarnya kota itu. Namun demikian, baru pada 2001 lah kota itu berhasil digali lagi di Achaea, Yunani. Pada 2012, seluruh lapisan perusaknya dibersihkan sehingga dapat dipastikan bahwa itulah kota Helike.

3. Heraclion, kota Mesir Kuno
 
(Sumber Christoph Gerigk via Ancient Origins) 
Heraclion, tempat keberadaan kuil penobatan Cleopatra, tenggelam ke Laut Tengah, di lepas pantai Mesir pada kira-kira 1.200 tahun lalu.
Kota itu merupakan salah satu pusat perdagangan penting di kawasan sebelum akhirnya amblas pada sekitar satu milenium lalu. Selama beberapa abad, kota itu disangka sekedar mitos sebagaimana halnya kota Atlantis.
Tapi, pada 2001, para ahli arkeologi bawah air yang sedang mencari kapal perang Prancis menemukan kota yang tenggelam itu.
Setelah membersihkan lapisan-lapisan pasir dan lumpur, para penyelam menemukan kota bawah air yang sangat terawetkan dengan begitu banyak keindahannya yang masih utuh.
Contoh temuan termasuk kuil utama Amun-Gerb, patung-patung raksasa firaun, ratusan patung kecil dewa dan dewi, sebuah sphinx, 64 kapal purba, 700 jangkar, puluhan peti mati, koin-koin emas, dan anak-anak timbangan berbahan perunggu dan batu.

4. Urkesh, Kota Hurria yang Terlupakan

(Sumber Ancient Origins)
Urkesh purba dulunya merupakan kota utama dalam peradaban Hurria di Timur Dekat. Dalam mitologi, kota itu merupakan tempat asal dewa primordial.
Kota itu berkembang antara 4.000 dan 1.300 SM sebagai pusat politik dan keagamaan, sekaligus tempat singgah rute perdagangan utara-selatan antara Anatolia dan kota-kota di Suriah dan Mesopotamia, dan juga rute timur-barat yang menghubungkan Mediternia dan pegunungan Zagros di barat Iran.
Kota itu juga merupakan ibukota kerajaan yang berkuasa atas dataran tinggi di utaranya yang merupakan penghasil tembaga sebagai penyebab kekayaan kota.
Hanya sedikit yang diketahui tentang Urkesh dan peradaban Hurria yang misterius karena kota itu terkubur di bawah pasir gurun selama ribuan tahun dan raib dari catatan sejarah.
Namun demikian, pada 1980-an, para ahli arkeologi menemukan Tell Mozan, gundukan menjulang tinggi yang menyembunyikan peninggalan istana, kuil dan alun-alun purba. Satu dekade kemudian, para peneliti menyadari bahwa Tell Mozan itu adalah Urkesh, kota yang hilang.
Beberapa ekskavasi mengungkapkan pengetahuan tentang kebudayaan awal penduduk Hurria. Ada alun-alun terbuka dengan tangga monumental dan lorong bawah tanah yang dalam sebagai ‘Jalur ke Dunia Akhirat’ yang berkaitan dengan ritual keagamaan.
Sebuah istana besar kerajaan memberikan bukti tertulis yang memungkinkan mengenali kota purba tersebut.

5. Kerajaan Mistis Wales

(Sumber Ancient Origins)
Pada Abad ke-6, ada kerajaan legendaris yang dikenal sebagai Cantre'r Gwaelod yang diperintah oleh seorang raja bernama Gwyddno Garanhir. Hingga kira-kira Abad ke-17, Cantre'r Gwaelod dikenal sebagai Maes Gwyddno (artinya 'Tanah Gwyddno'), sesuai dengan nama penguasa Wales itu.
Versi awal legenda terkait Maes Gwtddno mengatakan bahwa daratannya tenggal ketika seorang dukun wanita peri sumur bernama Mererid membiarkan air berlimpah dan menenggelamkan kerajaan itu selamanya.
Beberapa dekade lalu, kemunculan hutan prasejarah  di tengah cuaca buruk di Cardigan Bay, barat Wales, mengundang dugaan bahwa itulah kemungkinan lokasi Cantre'r Gwaelod yang legendaris.
Sejumlah penyidikan mengungkapkan adanya jalur pejalan kaki dengan sejumlah tiang, dan fosil jejak-jejak kaki manusia dan hewan, serta sejumlah perkakas buatan manusia.
Lokasi kerajaan purba itu sekarang diduga ada di antara Ramsey Island an Bardsey Islan di Cardigan Bay, membentang sekitar 32 kilometer kea rah barat garis pantai yang sekarang.

6. Kota Hilang Sang Dewa Monyet

(Sumber Ancient Origins)
Dua tahun lalu, pencarian melalui udara di atas hutan di Honduras mengungkapkan ciri-ciri sepanjang beberapa kilometer buatan manusia. Dengan segera, menyebarlah pengumuman bahwa para ahli arkeologi telah menemukan La Ciudad Blanca (Kota Putih), yang dikenal juga sebagai Kota Hilang Sang Dewa Monyet. Tapi semua yang ada hanyalah pemindaian buram hutan belantara.
Pada awal tahun ini, sebuah ekspedisi menyimpulkan penyidikannya dan secara dramatis mengungkapkan bahwa citra-citra dari udara memang menunjukkan jejak-jejak peradaban yang hilang.
Para ahli arkeologi sekarang telah menemukan alun-alun yang luas, benda-benda tanah liat, dundukan, piramida berbahan tanah, dan puluhan artifak halus terbuat dari tanah milik kebudayaan misterius yang belum diketahui.
La Ciudad Blanca adalah kota legendaris yang disebut-sebut berlokasi dalam hutan hujan perawan Mosquitia di timur Honduras. Penakluk dari Spanyol bernama Hernán Cortés melaporakan mendengara informasi "terpercaya" tentang puing-puing purba, tapi tidak pernah menemukannya.
Pada 1927, pilot Charles Lindbergh melaporkan melihat monumeny ang terbuat dari batu putih ketika terbang di atas bagian timur Honduras.
Sekitar 1930-an, ada beberapa selentingan tentang suatu tempat di Honduras yang bernama "Kota Sang Dewa Monyet", yang disamakan dengan Ciudad Blanca. Pada 1939, petualang Theodore Morde mengaku telah menemukan dan membawa ribuan artefak kembali ke Amerika Serikat untuk membuktikannya.
Menurut Morde, penduduk pribumi bercerita tentang sebuah patung raksasa dewa monyet yang terkubur di sana. Ia tidak pernah mengungkapkan lokasi tepat temuannya karena khawatir akan dijarah, tapi ia meninggal sebelum kembali ke situs itu untuk ekskavasi selayaknya.
Pada 1952, penjelajah Tibor Sekelj mencari Kota Putih bersama dengan ekspedisi yang dibiayai oleh Kementrian Kebudayaan Honduras, tapi kembali dengan tangan hampa.
Upaya gencar dilakukan lagi pada 1990-an dan pada 2012 ada temuan penting pertama. Penyidikan-penyidikan lanjutan mengungkapkan kompleks luas yang tidak tersentuh karena terabaikan selama beberapa abad.

7. Kuil Kota Musasir

(Sumber Ancient Origins)
Kuil di kota purba Musari merupakan kuil penting kaum Ararat dan diabdikan kepada Haldi, dewa utama kerajaan Urartu, yaitu suata kerajaan pada masa Zaman Besi berpusat di Danau Van, dataran tinggi Armenia.
Letak kerajaan mencakup Turki, Iran, Irak, dan Armania. Kuil itu sendiri didirikan di kota suci Ararat pada 825 SM. Tapi, setelah Musasir dicaplok oleh bangsa Asiria pada Abad ke-8 SM, kuil purba itu lenyap dari sejarah.
Kuil Musasir bertarikh hingga ke masa pertikaian bangsa Urarti, Asiria, Skintia yang saling memperebutkan kawasan yang sekarang ada di utara Irak.
Ukiran-ukiran purba menyebut Musasir sebagai "kota suci yang didirikan di atas landasan batu" dan "kota burung gagak". Nama Musasir sendiri berarti "keluar dari ular".
Penggambaran kuil tersebut ada di ukiran timbul Asiria yang menghiasi istana Raja Sargon II di Khorsapat untuk memperingati kemenangannya atas "tujuh raja Ararat" pada 714 SM.
Selama beberapa tahun kemudian, ada beberapa penelitian dan ekskavasi dilakukan untuk mencoba menentukan lokasi kuil purba Musasir. Semuanya sia-sia hingga akhirnya sebuah ekspedisi pada Juli 2014 yang mengaku telah menemukan kuil purba yang lama raib itu.
Temuan di wilayah Kurdistan di utara Irak tersebut mencakup patung-patung manusia ukuran penuh dan kaki-kaki tiang dri kuil yang diabdikan pada dewa Haldi tersebut. Semuanya bertarikh hingga ke masa pembangunan Musasir.

8. Kota Yang Hilang di Hutan Kamboja

(Sumber Ancient Origins)
Pada 2014, para ahli arkeologi Australia menggunakan teknologi pencitraan jarak jauh sehingga menemukan kota yang hilang selama 1.200 tahun di Kamboja yang bahkan telah ada sebelum pembangunan kompleks Angkor Wat.
Damian Evans, direktur pusat penelitian arkeologis Kamboja dari University of Sydney bersama-sama dengan tim kecilnya di Siem Reap, pedalaman hutan Kamboja, mendapat izin untuk menggunakan teknologi Lidar yang memanfaatkan laser.
Cara itumerupakan pertama kalinya teknologi dari udara dipakai untuk penelitian arkeologis di daerah tropis Asia.
Data Lidar muncul layar komputer. Kata Evans, "Dengan instumen seperti ini, kami langsung melihat gambar keseluruhan kota yang selama ini tidak diketahui ada di sana, hebat sekali."
Temuan tersebut terjadi bertahun-tahun sebelum penelitian arkeologis di daratan yang menguak tentang Mahendraparvata, sebuah kota yang hilang di pegunungan Phnom Kulen, sekitar 350 tahun sebelum didirikannya kompleks kuil Angkor Wat di barat laut Kamboja.
Kota itu metupakan bagian dari Kekaisaran Khmer Hindu-Buddha yang memerintah sebagian besar Asia Tenggara dari kira-kira 800 hingga 1400 M.
Menggunakan data lidar, tim arkeologi itu menemukan reruntuhan 5 kuil yang belum dikenal sebelumnya, sebuah patung besar Buddha, bukti kanal-kanal purba, jalan-jalan, dan ratusan gundukan tersebur di seluruh kota yang kemungkinan diduga sebagai kuburan.
Mereka juga menemukan sebuah gua dengan ukiran-ukiran penting secara sejarah karena digunakan oleh para biarawan suci yang lazim pada masa Angkor.
Penelitian dan ekskavasi temuan luar biasa Mahendraparvata masih pada tahap awal.

9. Caral, Kota Piramida 5.000 Tahun

(Sumber Ancient Origins)
Selama ini, bidang sejarah purba menanggap Mesopotamia, Mesir, China, dan India sebagai tempat lahirnya peradaban-peradaban pertama manusia.
Namun demikian, tidak banyak yang menyadari bahwa, pada saat bersamaan atau bahkan sebelum semuanya itu, suatu peradaban agung lainnya telah bertumbuh.
Peradaban Norte Chico di Supe, Peru, adalah peradaban yang diketahui sebagai yang pertama di benua Amerika. Ibukotanya adalah Kota Suci Caral, sebuah metropolis berusia 5000 tahun lengkap dengan praktik-praktik pertanian rumit, kekayaan budaya, dan arsitektur monumental.
Arsitektur monumentalnya mencakup 2 bangunan besar berbentuk piramida, gundukan-gundukan batu dan tanah, kuil-kuil, amfiteater, alun-alun melingkar, dan kawasan hunian.
Kota purba itu terkubur pasir selama ribuan tahun hingga akhirnya dilakukan survei di Lembah Supe, 350 kilometer di utara Lima, sisi pantai Pasifik negara Peru, pada 1905 oleh seorang ahli arkeologi Jerman bernama Max Uhle.
Dialah yang pertama kali mendapatkan temuan arkeologis di kawasan. Tapi, ekskavasi besar-besaran baru dilakukan beberapa dekade sesudahnya sehingga mengungkapkan lebih banyak lagi.
Pada 1970-an, para ahli arkeologi mengungkapkan bahwa bukit-bukit yang tadinya diduga terjadi alamiah sebenarnya merupakan piramida bertangga. Sebagian besar kota Caral baru terungkap pada 1990-an.
Eksvakasi menunjukkan adanya 6 piramida besar teratur di sekitar alun-alun luas. Arsitektur publik itu memiliki tangga-tangga, ruang-ruang, halaman-halaman, amfiteater, dan alun-alun bawah.
Akomodasi yang ada sepertinya terdiri dari beberapa ruang besar di atas piramida untuk kaum elit, kompleks di dasar untuk para pengrajin, dan tempat tinggal kecil para pekerja di tempat yang terletak agak jauh.
Secara keseluruhan, populasi Caral diperkirakan sekitar 3000 orang. Para peneliti berpendapat bahwa model kota itu dipergunakan oleh banyak peradaban yang hadir sesudah Norte Chico.

10. Dua Kota Suku Maya di Hutan Meksiko

(Sumber Ancient Origins)
Pada 2014, para ahli arkeologi melakukan temuan menakjubkan dalam hutan belantara Meksiko, berupa dua kota purba bangsa Maya yang telah lama hilang.
Temuan itu antara lain reruntuhan kuil piramida, reruntuhan istana, gerbang berbentuk mulut monster, pengadilan, altar, dan beberapa monument lain dari batu.
Salah satu kota itu sebenarnya sudah ditemukan beberapa dekade lalu, tapi semua upaya mencari reruntuhan Lagunita sia-sia. Kota satunya lagi belum pernah diketahui dan merupakan temuan baru. Keduanya memberikan pengertian tambahan tentang peradaban Maya.
Salah satu yang paling mengesankan di kota Maya itu adalah gerbang besar berbentuk mulut monster, yang melambangkan dewa kesuburan bangsa Maya.
Sesudah gerbang itu, para ahli arkeologi menemukan kuil piramida besar setinggi 20 meter dan juga reruntuhan kompleks istana yang diatur di seputar empat alun-alun luas.
Di dekatnya, mereka menemukan beberapa patung dan altar batu, semuanya berukir gambar dan tulisan yang masih terawetkan dengan baik.
Yang lebih mencengangkan lagi terkait temuan ulang Lagunita adalah karena mereka menemukannya lagi karena terlebih dahulu menemukan satu reruntuhan yang belum dikenal yang mencakup sebuah kuil piramid, altar dan akropolis besar yang dikelilingi 3 kuil.
Para peneliti menamai kota itu Tamchen, yang berarti 'sumur yang dalam'. Alasannya, mereka menemukan lebih dari 30 ruang yang jauh berada di bawah tanah untuk keperluan pengumpulan air hujan.


Sumber : Yahoo

Kamis, 29 September 2016

Ladislao Jose Biro Sang Penemu Bolpoin di Logo oogle

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/ladislao-jose-biros-117th-birthday-5067428201496576-hp.gif

Ladislao Jose Biro sang penemu bolpoin ditampilkan dalam Google Doodle hari ini Kamis, 29 September 2016. Uniknya, bukan wajah Biro yang muncul dalam animasi di halaman utama Google hari ini. Melainkan animasi unik yang menampilkan cara kerja bolpoin. Penemuan Ladislao Jose Biro yang tanggal ini berulang tahun ke-117, telah mengubah dunia.

Bolpoin, benda yang sehari-hari telah menolong jutaan orang mencatat hal-hal penting, baru ditemukan dalam delapan dekade terakhir. Pencetus gagasan untuk benda mungil nan penting ini, adalah Ladislao Jose Biro yang lahir di Budapest, Hungaria pada 29 September 1899. Biro yang bekerja sebagai jurnalis, pelukis, sekaligus penemu ini, cukup pusing dengan sistem pena era terdahulu yang terbuat dari bulu angsa.

Pena semacam itu tidaklah praktis, karena penggunanya harus mencelupkan ujung pena ke kotak tinta.

Kemungkinan tinta tumpah atau tercecer cukup besar. Biro yang kerap datang ke percetakan, kemudian terilhami tinta untuk percetakan koran. Tinta tersebut cepat kering dan tidak tercecer. Oleh karenanya, Biro menyadari, ternyata ada cara untuk membuat pena lebih praktis digunakan.

https://cdn.sansimera.gr/media/photos/Laszlo_Biro.jpg
Ladislao Biro tidak sendirian dalam mengembangkan gagasan tentang bolpoin. Ia bekerjasama dengan saudaranya, Gyorgi yang seorang ahli kimia. Perpaduan ide keduanya menghasilkan pena model baru yang memiliki bola kecil di bagian ujung, yang fungsinya berputar untuk menarik tinta dari cartridge. Kita bisa melihat sistem bola kecil ini bergerak dalam animasi doodle hari ini. Dan karena keberadaan bola kecil inilah, maka pena temuan Biro bersaudara ini disebut ballpoint.

Ladislao Jose Biro mematenkan bolpoin pada tahun 1938. Kemudian, dua bersaudara Biro pindah ke Argentina pada 1943, dan membentuk Biro Pens of Argentina. Di negara tersebut, bolpoin lebih dikenal dengan nama birome, yang diambil dari nama keluarga Ladislao Jose dan Gyorgy. Argentina sendiri sangat menghormati jasa Ladislao Jose Biro, sehingga tanggal kelahirannya, 29 September dijadikan sebagai Hari Penemu Argentina.


Sumber : Sidomi

Senin, 26 September 2016

Hari Ulang Tahun Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/googles-18th-birthday-5661535679545344-hp.gif

Bila membuka halaman utama mesin pencari Google hari ini, Selasa (27/9/2016), Anda akan menemukan sebuah animasi "Google Birthday". Animasi tersebut ternyata merayakan hari ulang tahun Google yang ke-18.

Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada 1998 silam. Selanjutnya, tanggal 27 September ditandai sebagai hari kelahiran mesin pencari Google.

Meskipun demikian, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Telegraph, tak ada yang benar-benar yakin soal tanggal terbentuknya Google. Bahkan, orang-orang di dalam perusahaan itu pun tak mengetahuinya.

Perayaan ulang tahun setiap 27 September itu pun baru dilakukan sejak 2006 lalu. Sedangkan setahun sebelumnya, yaitu pada 2005, Google merayakan ulang tahun di tanggal 26 September.

Perubahan tanggal ulang tahun ini bukan cuma terjadi sekali. Sebelum tahun 2005 pun Google sudah merayakan ulang tahun di tanggal yang berbeda.

Tepatnya, pada 7 September 2004 lalu, raksasa mesin pencari ini menayangkan Google Doodle perayaan ulang tahunnya sendiri ke seluruh dunia. Sedangkan pada 2003, ulang tahun tersebut dirayakan pada 8 September.

Tanggal-tanggal yang berbeda itu tidak terlihat memiliki keterkaitan satu sama lain. Namun bila menilik sejarah, dapat dilihat bahwa pendaftaran Google sebagai perusahaan dilakukan pada 4 September 1998.

Artinya, bila melihat dari perspektif perusahaan, maka tanggal 4 September bisa jadi merupakan hari kelahiran Google yang paling masuk akal.

Walau demikian, jangan lupakan bahwa Google sebenarnya sudah mulai dirintis sejak tahun yang lebih lama dari itu. Ide pembuatannya mulai digarap pada 1996 silam, sebagai sebuah proyek riset di Stanford University.

Sekadar diketahui, Google sendiri mengakui bahwa hari ulang tahunnya dirayakan di empat tanggal berbeda selama beberapa tahun belakangan ini. Namun sementara waktu ini, perusahaan mesin pencari itu memutuskan 27 September sebagai hari kelahirannya.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Jumat, 23 September 2016

Rodolfo Guzmán Huerta di Logo Google

https://www.google.com/logos/doodles/2016/rodolfo-guzman-huerta-el-santos-99th-birthday-5630362233339904-hp2x.jpg

Hari Jumat ini (23/9/2016), Google menampilkan doodle baru di laman utama mesin pencarinya. Desain Doodle tampak memadukan huruf-huruf logo “Google” dengan sebuah topeng.

Saat di-klik, doodle akan memutar slideshow berisi ilustrasi karir seorang pegulat yang berjaya, termasuk overview kota tempatnya tinggal dan adegan-adegan pertarungan di atas ring.

Total terdapat 12 gambar yang bisa dilihat. Siapa tokoh dalam gambar-gambar tersebut?

Dialah El Santo (julukan yang berarti “orang suci”), seorang pegulat bertopeng asal Meksiko yang dulu menjadi salah satu ikon pertunjukan olahraga tersebut di negara asalnya.

http://indowarta.com/hiburan/wp-content/uploads/2016/09/Rodolfo-Guzm%C3%A1n-Huerta1.jpg
Bernama asli Rodolfo Guzmán Huerta, pria ini lahir hampir 100 tahun lalu pada 23 September 1917. Google Doodle hari ini memperingati ulang tahunnya yang ke-99.

Guzman mulai terjun sebagai luchadores alias pegulat profesional bertopeng pada pertengahan 1930-an, setelah sebelumnya sempat belajar ilmu beladiri jujitsu. Nama “El Santo” mulai digunakan pada tahun 1942.

Sepanjang karirnya yang membentang selama hampir lima dekade, El Santo membantu mempopulerkan pertunjukan gulat di Meksiko.

Salah satu kebiasannya yang terus dikenang adalah terus mengenakan topeng sepanjang waktu di luar arena. Bahkan ketika sedang ngobrol empat mata dengan orang lain.

Saat bepergian dengan pesawat, El Santo mengambil penerbangan berbeda dari para kru gulat lain supaya mereka tak melihat wajahnya ketika membuka topeng untuk melalui pemeriksaan imigrasi.

Satu-satunya saat di mana El Santo membuka topeng di hadapan publik adalah ketika mengucap selamat tinggal kepada para fans, dalam sebuah wawancara TV yang ditayangkan pada akhir Januari 1984, setahun setelah dia pensiun dari arena gulat.

Hanya seminggu setelahnya, El Santo meninggal karena serangan jantung. Dia dimakamkan dengan memakai topeng kebanggaannya yang berwarna perak.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Kamis, 15 September 2016

Jean Batten Sosok Penerbang Wanita Di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/jean-battens-107th-birthday-5170085972934656-hp.jpg

Jean Batten sosok penerbang wanita asal Selandia Baru menjadi ikon dalam Google Doodle hari ini Kamis, 15 September 2016. Perempuan kelahiran 1909 ini sepanjang hidupnya kerap memecahkan rekor di dunia penerbangan. Atas alasan inilah, Google hari ini merayakan ulang tahun Batten yang ke-107.

Doodle di google hari ini tampak klasik dengan perpaduan warna merah-biru untuk kartun seorang wanita yang tengah menggendong kucing di samping pesawat. Siapakah dia? Jean Batten atau yang bernama lengkap Jean Gardner Batten  lahir di Rotorua, North Island, Selandia Baru pada 15 September 1909. Putri pasangan Frederick Batten dan Ellen Batten sebenarnya seorang pianis berbakat. Di usia 15 tahun, ia bahkan sudah mendapatkan latihan balet dan piano.

Tetapi keinginan Jean Batten berubah dalam sekejap. Di usia 18 tahun, Jean menyaksikan sendiri kehebatan seorang pilot asal Australian, Charles Kingsford Smith. Pria ini mengajak Jean merasakan serunya petualangan udara dengan memberinya ‘tumpangan’ di pesawat Southern Cross milik Smith. Sejak saat itulah Jean Batten cuma punya satu tujuan hidup: menjadi pilot.

http://myhero.com/images/guest/g220150/hero59415/g220150_u67484_jean_batten_plane.jpg
Datang ke Inggris pada 1929, Jean Batten semakin menekuni hobi barunya tersebut. Ia sudah mendapatkan lisensi untuk mengemudikan pesawat pribadi dan komersial pada 1932, ketika berusia 23 tahun. Memang ada cara Jean yang bikin kening berkerut.

Untuk mendapatkan waktu terbang yang dibutuhkan demi pengesahan lisensi, tidak hanya butuh kemampuan. Tetapi juga uang. Dalam hal ini Jean ‘rela’ terlibat hubungan khusus dengan setidaknya dua penerbang pria kala itu, agar bisa memperoleh pinjaman uang.

Tetapi, hal itu tidak mengurangi prestasi Jean Batten yang luar biasa. Dikutip dari Kompas, pada Mei 1934, perempuan ini sukses melakukan penerbangan solo dari Inggris ke Australia. Pesawat yang dikemudikannya adalah de Havilland DH.60 Moth. Bukan main-main, ia menghabiskan waktu selama 14 hari dan 22 jam. Batten memecahkan rekor yang dipegang sebelumnya atas nama Amy Johnson yang membutuhkan waktu lebih lama, 19 hari.

Sekian rekor diukir kembali oleh Batten. Termasuk pada 1935, ketika ia mencatatkan diri sebagai perempuan pertama yang mampu terbang pulang-pergi dari Inggris-Australia dan rute sebaliknya. Lalu, darimana kucing di Google hari ini muncul menghias doodle Batten? Kucing tersebut bukanlah sembarang kucing. Buddy, demikian namanya, adalah kucing kesayangan Batten yang dibawa kemana pun wanita tersebut pergi.


Sumber : Sidomi

Sabtu, 03 September 2016

Asep Sunandar Maestro Wayang Golek di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2016/asep-sunandars-61st-birthday-5728684184961024-hp.jpg

Asep Sunandar Sunarya, maestro wayang golek, tampil dalam Google Doodle hari ini. Dalang yang berpulang pada 31 Maret 2014 lalu diberi penghormatan oleh Google untuk mengenang hari ulang tahunnya pada 3 September 1955. Tidak hanya Asep Sunandar saja yang ditampilkan, tetapi juga dua tokoh wayang golek, Semar dan Cepot yang sudah menjadi ‘ciri khas’-nya.

Google hari ini Sabtu, 3 September 2016 menampilkan kartun pagelaran wayang golek yang unik. Ada tokoh Semar, dengan kuncung putih berperut buncit yang berhadapan dengan Cepot (Astrajingga) dengan iket kepala gaya Sunda. Sementara, wajah Asep Sunandar sebagai dalang, terliht hanay sebagian, tersamar oleh papan bertuliskan Google.

Google memang tengah merayakan ulang tahun ke-61 Asep Sunandar. Beliau lahir di Kampung Jelekong, Baleendah, Bandung pada 3 September 1955. Pria ini disebut Google sebagai ‘dalang wayang golek paling terkenal di dunia’ ini. Bukan ucapan yang sembarangan, karena memang prestasi Asep Sunandar sudah mendunia.

http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2014/03/KI-Dalang-Asep-Sunandar-Sunarya.jpg
Bahkan dikutip dari Kompas, Asep Sunandar pernah diminta menjadi dosen luar biasa di Institut International De La Marionnette, Charlevile, Perancis. Di sana, Asep mengajar selama dua bulan. Lebih jauh, masyarakat akademis Perancis menganugerahinya gelar profesor.

Sepanjang hidup, Asep Sunandar identik dengan tokoh Cepot alias Astrajingga. Malahan, berkat Asep Sunandar, Cepot begitu dikenal sebagai ikon wayang golek. Karakter Cepot sendiri tergolong ‘luar biasa’. Putra tertua Semar ini (dalam versi Sunda) jenaka dan suka membanyol. Meskipun demikian, Cepot kerap digunakan oleh Asep Sunandar untuk menyampaikan petuah, nasehat, dan kritik.

Dalam halaman khususnya untuk Asep Sunandar, Google menuliskan bahwa “boneka wayang golek terbuat dari kayu, dan dikendalikan melalui batang yang terhubung ke tangan dan kepala boneka tersebut. Dalang wayang goleklah yang bertanggungjawab untuk seluruh pagelaran. Ialah yang memutuskan kisah yang bakal ditampilkan, juga mengelola semua gerakan dan suara boneka kayu tersebut.”

Asep Sunandar memang sudah meninggal pada 31 Maret 2014 karena serangan jantung. Namun, karya-karyanya akan tetap abadi dikenang dunia. Aseplah yang membuat wayang golek dikenal di mancanegara. Atas jasa-jasanya memperkenalkan wayang golek inilah, Asep mendapatkan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Soeharto pada 1995.
Selamat ulang tahun, Asep Sunandar!


Sumber : Sidomi