Kalau bukan karena
penemuan Sir Henry William Perkin, industri tekstil saat ini mungkin
masih kesulitan memproduksi pewarna, khususnya untuk warna ungu yang
dulu terkenal mahal.
Sir Henry William Perkin, seorang ahli kimia asal Inggris, menemukan
pewarna sintetis secara tidak sengaja saat sedang bersih-bersih
laboratorium usai melakukan eksperimen untuk membuat quinine (obat
malaria) sintetis pada 1856.
Residu larutan kimia yang coba dibersihkan Sir Henry William Perkin
dengan alkohol ternyata meninggakan noda berwarna ungu terang. Setelah
diuji, ternyata “noda” tersebut bisa digunakan sebagai pewarna pakaian
yang stabil dan tahan lama.
Alih-alih membuat quinine yang ditugaskan oleh dosennya di Royal College
of Chemistry, London, ketika itu, Sir Henry William Perkin pun malah
menemukan pewarna sintetis (aniline dye) pertama.
Sir William Henry Perkin
Sir William Henry Perkin(Wikipedia)
Produk perdananya yang berwarna ungu tadi dinamai sebagai “mauveine”.
Pada era tersebut, warna ungu banyak dicari untuk pewarna pakaian karena
berkesan aristokrat. Namun, pewarna ungu mahal dan sukar diperoleh.
Advertisment
Penemuan mauveine membuat warna ungu jadi mudah dan murah untuk
diterapkan di pakaian. Sir Henry William Perkin pun beralih ke sektor
manufaktur untuk memproduksi mauveine yang lantas laku keras dan memicu
tren warna ungu di dunia fashion ketika itu.
Saking ngetrennya, bahkan Ratu Inggris Victoria mengenakan gaun ungu
yang diwarnai dengan mauveine saat berada di Royal Exhibition tahun
1862.
Penemuan Sir Henry William Perkin segera diikuti oleh kemunculan pewarna
sintetis lain, seperti fuchsine, safranine, dan induline. Sir Henry
William Perkin sekaligus mengawali berdirinya industri kimia untuk
pewarna sintetis dan kerabatnya, industri farmasi.
Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari keterangan di laman Google
Doodle, Senin (12/3/2018), doodle hari ini dibuat untuk mengenang Sir
Henry William Perkin yang lahir 180 tahun lalu pada 1838. Perancangnya
adaalah ilustrator Sonny Ross yang juga asal Inggris seperit Perkin.
Sir Henry William Perkin dianugerahi gelar bangsawan “Sir” pada 1906.
Dia meninggal dunia setahun setelahnya karena pneumonia dan komplikasi
lain.
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Siapa Sir William Henry Perkin yang Jadi Google Doodle Hari Ini?",
https://tekno.kompas.com/read/2018/03/12/07253407/siapa-sir-william-henry-perkin-yang-jadi-google-doodle-hari-ini.
Penulis : Oik Yusuf
Editor : Reza Wahyudi
Kalau
bukan karena penemuan Sir Henry William Perkin, industri tekstil saat
ini mungkin masih kesulitan memproduksi pewarna, khususnya untuk warna
ungu yang dulu terkenal mahal.
Sebagaimana
dirangkum KompasTekno dari keterangan di laman Google Doodle, Senin 12
Maret 2018, doodle hari ini dibuat untuk mengenang Sir Henry William
Perkin yang lahir 180 tahun lalu pada 1838.
Sir Henry William Perkin,
seorang ahli kimia asal Inggris, menemukan pewarna sintetis secara tidak
sengaja saat sedang bersih-bersih laboratorium usai melakukan
eksperimen untuk membuat quinine (obat malaria) sintetis pada 1856.
Residu
larutan kimia yang coba dibersihkan Sir Henry William Perkin dengan
alkohol ternyata meninggakan noda berwarna ungu terang.
Setelah
diuji, ternyata “noda” tersebut bisa digunakan sebagai pewarna pakaian
yang stabil dan tahan lama. Alih-alih membuat quinine yang ditugaskan
oleh dosennya di Royal College of Chemistry, London, ketika itu, Sir
Henry William Perkin pun malah menemukan pewarna sintetis (aniline dye)
pertama.
(sumber gambar : lowres-picturecabinet.com)
Sir William Henry Perkin Sir William Henry
Perkin(Wikipedia) Produk perdananya yang berwarna ungu tadi dinamai
sebagai “mauveine”.
Pada era tersebut, warna ungu banyak
dicari untuk pewarna pakaian karena berkesan aristokrat. Namun, pewarna
ungu mahal dan sukar diperoleh. Advertisment Penemuan mauveine membuat
warna ungu jadi mudah dan murah untuk diterapkan di pakaian.
Sir
Henry William Perkin pun beralih ke sektor manufaktur untuk memproduksi
mauveine yang lantas laku keras dan memicu tren warna ungu di dunia
fashion ketika itu.
Saking ngetrennya, bahkan Ratu Inggris Victoria
mengenakan gaun ungu yang diwarnai dengan mauveine saat berada di Royal
Exhibition tahun 1862.
Penemuan Sir Henry William Perkin
segera diikuti oleh kemunculan pewarna sintetis lain, seperti fuchsine,
safranine, dan induline.
Sir Henry William Perkin sekaligus mengawali berdirinya industri kimia untuk pewarna sintetis dan kerabatnya, industri farmasi.
Perancangnya
adaalah ilustrator Sonny Ross yang juga asal Inggris seperit Perkin. Sir
Henry William Perkin dianugerahi gelar bangsawan “Sir” pada 1906. Dia
meninggal dunia setahun setelahnya karena pneumonia dan komplikasi
lain.
Penulis : Oik Yusuf
Editor : Reza Wahyudi
Sumber : tekno.kompas.com